3 Pendatang Baru di Daftar 50 Orang Terkaya Indonesia

dollarSelaluBaruNe  – Majalah Forbes Asia, untuk pertama kali melansir 50 orang terkaya di Indonesia. Total nilai kekayaan mereka mencapai US$95 miliar atau sekitar Rp1.107 triliun.

Pendiri dan pemilik Grup Djarum, R. Budi dan Michael Hartono masih menempati urutan pertama dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia itu. Kekayaan Budi dan Michael Hartono tercatat US$15 miliar atau sekitar Rp174,8 triliun.

Dalam daftar itu juga terdapat tiga pendatang baru. Total kekayaan mereka mencapai US$1,74 miliar atau sekitar Rp20,2 triliun.

Satu di antaranya adalah Jogi Hendra Atmadja, dari Mayora Group, yang sahamnya melonjak tahun lalu.

Forbes Asia menyusun daftar orang terkaya itu berdasarkan kepemilikan saham dan informasi keuangan yang diperoleh dari keluarga serta individu, bursa, analis, dan sumber-sumber lainnya.

Peringkat ini mencerminkan kekayaan keluarga, termasuk yang tersebar di keluarga jauh. Selain itu, kekayaan yang diperoleh dari perusahaan publik dihitung berdasarkan harga saham dan nilai tukar mata uang per 8 November 2013.

Sementara itu, dasar penghitungan untuk perusahaan tertutup menggunakan perusahaan sejenis yang sahamnya diperdagangkan secara publik sebagai pembanding.

Berikut profil singkat tiga orang kaya RI pendatang baru:

1. Jogi Hendra Atmadja
Usia: 67 tahun
Kekayaan: US$760 juta atau sekitar Rp8,8 triliun
Bidang usaha: barang konsumsi
Peringkat di Forbes Asia: 39
Hendra adalah pengendali Mayora Group, salah satu perusahaan makanan terbesar di Indonesia. Produk Mayora di antaranya kopi, sereal, permen, hingga biskuit, yang sebagian diekspor ke 54 negara.
Bersama keluarganya, termasuk saudara dan sepupu, Hendra mengawali debutnya di daftar orang terkaya Indonesia, karena lonjakan 50 persen harga saham perusahaan tahun lalu. Keluarga Hendra adalah imigran China
generasi ketiga yang mulai memproduksi biskuit pada 1970.

2. The Nin King
Usia: 82 tahun
Kekayaan: US$650 juta atau sekitar Rp7,5 triliun
Bidang usaha: real estate
Peringkat di Forbes Asia: 45

The Nin King adalah anak seorang imigran dari Provinsi Fujian di China. Dia memulai membangun pabrik tekstil di Salatiga, Jawa Tengah, pada 1961.
Pabrik tersebut menangani seluruh rantai produksi tekstil dari benang hingga terbuat pakaian jadi. The Nin King kemudian mendirikan Argo Pantes sebagai payung perusahaan tekstil itu.
Saat ini, ia menjalankan bisnis properti di bawah perusahaan Alam Sutera Realty. Dia juga memiliki sebuah rumah sakit di Jakarta dan pabrik baja.

3. Winato Kartono
Usia: 42 tahun
Kekayaan: US$590 juta atau sekitar Rp6,8 triliun
Bidang usaha: Investasi
Peringkat di Forbes Asia: 46
Winato adalah mantan head of investment banking Citigroup Global Markets di Indonesia. Ia mendirikan Provident Capital Indonesia pada 9 tahun lalu.
Bersama Saratoga Investama Sedaya, dia ikut berinvestasi dalam berbagai proyek seperti Tower Bersama. Belum lama ini dia juga ikut mengantarkan PT Provident Agro Tbk masuk bursa.