Allah Adalah Kebutuhan

rusaSelaluBaruNet – Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Dari pernyataan-pernyataan pemazmur kita dapat menangkap betapa kuatnya “rasa butuhnya” pribadi pemazmur terhadap Tuhan. Seperti rusa merindukan sungai yang berair. (Mazmur 42:2).

Perhatikan kata “sungai” dalam ayat ini. Dalam teks ibraninya “awfeek”, aliran air. Bukan sungai mati, tetapi sungai yang mengalir. Hal ini menunjukkan rusa membutuhkan air secara berlimpah dan berkesinambungan. Baginya sungai itu adalah kehidupannya. Aliran air tersebut bukan sekedar hobi, alat penunjang dan pelengkap hidup tetapi kehidupan itu sendiri. Ia tidak dapat hidup tanpa aliran sungai tersebut.

Dari Mazmur 42: 1-5 kita memperoleh kesimpulam penting: Bahwa tidak ada yang kita perlukan dalam hidup ini seperti kita memerlukan Tuhan

Hampir semua agama berpendirian bahwa datang ke rumah ibadah adalah syariat penting dan sering dianggap utama. Jadi bisa dimengerti kalau banyak orang berpikir, kalau suidah datang ke gereja berarti sudah memenuhi panggilannya bersekutu dengan Tuhan.

Harus memeriksa diri dengan jujur yaitu “kita butuh Tuhan karena Tuhan sendiri, atau karena suatu kebutuhan” . Kalau kita butuh Tuhan karena didesak persoalan hidup duniawi atau suatu kebutuhan maka kita telah menjadikan Tuhan sebagai alat atau sarana semata-mata bukan tujuan.

Bila seseorang bersikap demikian terhadap Tuhan, yaitu datang ke gereja atau bertuhan memang karena ia harus beragama, maka pada umumnya orang akan menjadikan Tuhan sekedar pelengkap kehidupan.

Tuhan menjadi tambahan yang memang dianggap penting, tetapi sepenting apapun tetap adalah tambahan. Sesungguhnya Tuhan bukanlah pelengkap atau tambahan. Ban serep mobil kita itu penting. Banyak orang tidak berani mengendarai mobilnya tanpa ban serep. Tetapi tetap ban serep, bukan ban yang digunakan menggelindingkan mobil itu. Tuhan tidak sejajar dengan ban serep mobil saat butuh baru dipakai.

Kita tidak memiliki kehidupan tanpa Tuhan karena Tuhan lebih penting dari nafas kita. Dia lebih berharga dari jantung kita. Dia kita butuhkan Tuhan lebih dari kita membutuhkan darah. Apalagi harta dalam bentuk uang dan fasilitas yang lain. Tentu Tuhan kita butuhkan lebih dari kita membutuhkan apapun dan siapapun.

Kebenarnnya ini sukar dikenakan, karena ketidak dewasaan kita. Kedengarannya enak, mudah kita mengamininya, tetapi sukar melakukannya. Namun demikian kita harus melatih diri untuk mengenakan kebenaran tersebut. Di rumah petak kecilmu hadirkan Tuhan. Maka itu lebih dari tinggal di istana raja-raja. Semarakkan hidupmu dengan hadirat Tuhan walau tanpa celoteh anak-anak di rumahmu. Sukacitakan jiwa kita dengan berjalan bersama Tuhan ditengah kehidupan yang tidak mewah tapi secukupnya. Bagi yang dalam persoalan rumah tangga, Tuhanlah jawabannya. Bagi yang sakit Tuhanlah jawabannya. Bagi yang dalam problem ekonomi uang bukanlah jawaban dan jawabannya adalah Tuhan. Ketika itulah kita mulai sadar bahwa Allah adalah kebutuhan kita.

 

Sumber:khotbahErastus.blogspot.com