BAGAIMANA SEHARUSNYA MENILAI

menilaiManusia tidak mungkin tidak menilai, tapi jika tidak suka menilai akan dinilai, karena manusia tidak bebas nilai. Jika ada orang menilai kita bersyukurlah karena masih ada yang perhatian. Jika tidak ada lagi yang menilai kita maka tidak ada yang perhatian. jika yang dinilai adalah negatif maka kita harus bertobat. 1 korintus 2:14-15.

Jika yang dinilai itu adalah sesuatu yang positif atau yang bagus berarti kita harus lebih baik lagi, lebih meningkat lagi dalam hidup kita. Namun seringkali kita berkata “kok suka ngurusi saya sih” Tuhan itu tidak mengubah kita seperti iklan Mr Bean yang tiba-tiba turun dari langit dalam sorotan cahaya tapi lewat proses yaitu penilaian dan lain sebagainya. Kita tidak usah takut jika ada yang menilai kita.

Manusia itu hidup dalam sejarah dan ada orang yang hanya menjadi korban sejarah. Ex: kenapa saya harus menikah sama orang ini ya? Kenapa keluarga saya bisa berantakan seperti ini? Hidupnya dimasa lalu tertekan luar biasa. Jika hidup masa lalu kita menjadi korban sejarah maka untuk saat ini kita harus melangkah untuk membuat sejarah. Hal yang harus dilakukan adalah memiliki hati yang  sungguh-sungguh mencintai Yesus dan bukan hanya sekedar mencintai berkatatau mujizat-Nya saja. Saya katakan ini karena banyak anak Tuhan yang hanya mencintai berkat dan mujizat Tuhan tapi tidak sungguh-sungguh mencintai Tuhan sehingga ketika ada masalah dan Tuhan belum menolong maka mereka langsung kecewa dan berkata tidak  Tuhan-Tuhanan lagi. Sebab itu mulai saat ini belajarlah untuk mencintai Yesus sebagai sumber segalanya dalam hidup kita.

Cara Manusia menilai manusia diawali dengan melihat kondisinya. Seringkali ketika kita melihat orang yang badannya besar kita bisa berpikir bahwa itu adalah preman, atau mungkin kita bisa berkata wajahnya seperti Rambo tapi hatinya seperti hello kitty. Namun manusia juga menilai sesamanya dari kreatifitas lewat karya yang dihasilkan. Seorang pengusaha ketika cari pegawai maka ia akan mengadakan psikotes untuk memilih pegawai yang rajin dan punya karakter yang baik. Tapi Yesus datang ke dunia bukan untuk mencari manusia yang berkarakter baik, tapi justru mati di kayu salib  untuk  menebus dosa kita dan membuat karakter manusia yang bobrok jadi baik. Karena itu Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru, supaya mereka yang telah terpanggil dapat menerima bagian kekal yang dijanjikan, sebab Ia telah mati untuk menebus pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan selama perjanjian yang pertama Ibrani 9:15.

Tuhan melihat manusia itu dari kerohaniannya. Jika kerohanian yang beres maka  karakter, kreatifitas dan kondisinya akan beres. Jika kondisi, kreatifitas, dan karakter bagus maka belum tentu kerohanian juga bagus, jangan dibalik. Orang yang rohaninya bagus maka ke atasnya  akan menuju bagus. Jika orang yang kelihatan bahwa rohaninya bagus tapi atasnya tidak menuju bagus maka kita perlu meragukan jika keatasnya akan lebih bagus. Seseorang yang punya kerohanian bagus ia tidak mudah minder tapi mudah menerima kenyataan hidup. Ada orang yang ingin menunjukan betapa dia adalah orang yang diberkati Tuhan sehinggan ingin meniru orang lain, seperti mau pelayanan pinjam mobil orang, maka itu tidak jujur kepada diri sendiri. Orang yang memilki kerohanian yang bagus adalah tidak peduli apa kata orang tapi apa kata Tuhan. Sebab itu belajarlah terus untuk memiliki kerohanian yang semakin hari semakin baik karena disitulah kita dinilai sama Tuhan. Tidak ada yang sulit dimata Tuhan karena Tuhan tahu segalanya.

Ketika kita merayakan natal berarti kita mengingat kenapa Yesus harus datang ke dunia ini?  Tujuan supaya kita punya pengharapan, bukan hanya pengharapan ke surga tapi pengharapan selama masih di dunia ini dari tahun ke tahun semakin baik karena Tuhan tidak pernah membiarkan kita sendiri tapi akan terus menyertai kita sampai selamanya. Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”  Sebab itu belajarlah untuk menilai , itu sangat penting bagi kita supaya tetap semangat menghadapi hidup setiap hari. Memang ketika kita sungguh-sungguh ikut Tuhan orang sering berkata bodoh tapi itu tidak akan lama karena kemuliaan Tuhan akan yang akan membedakan kita dengan orang dunia. Jika hari ini kita belajar hidup kudus maka ada banyak yang menghina, tapi jika kita berkata bahwa kita sedang hidup kudus, tapi orang yang melihat perilaku kita ternyata biasa-biasa saja maka orang bisa berkata kita berpura-pura kudus. Sebab itu hiduplah sungguh-sungguh dalam kekudusan Tuhan supaya kita memilki nilai yang lebih dimata Tuhan.

 

 Khotbah Disampaikan oleh Pdt JUANDA di Bethany TOC Surabaya