Berat Badan Rendah Saat Lahir, Bayi Rentan Penyakit

bayiSelaluBaruNet  –  Bayi yang lahir dengan berat badan rendah dari yang seharusnya akan berdampak pada kondisi kesehatannya di masa dewasa. Bayi-bayi ini berisiko tinggi seperti menderita penyakit kronik, kegemukan, diabetes, hingga penyakit jantung.

Setiap tahunnya, diperkirakan lahir sekitar 350.000 bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Tingginya kelahiran bayi BBLR itu karena saat ini terdapat 13 persen perempuan usia subur yang menderita kurang gizi. Bayi disebut lahir dengan berat rendah jika bobot tubuhnya kurang dari 2,5 kilogram saat dilahirkan cukup bulan (40 minggu).

Menurut  ahli gizi dari Departemen Ilmu Gizi FKUI/RSCM dr. Saptawati Bardosono, perempuan usia produktif yang kurang gizi jika di masa kehamilannya tidak memperhatikan gizinya akan melahirkan bayi dengan BBLR.

“Ibu yang kurang gizi, ditambah faktor lingkungan seperti stres dan infeksi, akan menyebabkan perubahan pada tingkat metabolisme sel sehingga terjadi gangguan pada perkembangan organ bayi,” katanya dalam acara simposium Early Life Nutrition yang diadakan oleh Nutricia di Jakarta (6/12).

Pembicara lain, dr.Titis Prawitasari, Sp.A, dari RSCM Jakarta menjelaskan, karena suplai nutrisi yang kurang selama kehamilan maka janin akan melakukan mekanisme adaptasi dengan cara mengubah hormon.

“Kondisi stres ini akan mengganggu tumbuh kembang janin sehingga organ-organ tubuhnya kecil. Akhirnya mereka sudah diprogram mengalami berbagai gangguan kesehatan,” paparnya.

Ia menjelaskan berbagai penelitian ilmiah membuktikan bayi BBLR lebih rentan menderita hipertensi, obesitas, diabetes, dan penyakit kronik lainnya di usia dewasa.

Menurut Saptawati, status gizi ibu hamil yang rendah ini sebenarnya sudah terjadi sebelum kehamilan, yakni selama masa kanak-kanak sampai usia dewasa.

“Perempuan yang mulai hamil dengan indeks massa tubuh kurang dari 18,5 akan sulit memperbaiki gizinya, kondisi ini bisa membuat siklus berulang,” katanya.

Oleh karena itu, kebutuhan nutrisi seharusnya diperhatikan sejak masa anak-anak. “Biasakan anak untuk makan dengan lengkap dan seimbang sehingga seluruh kebutuhan gizi makro dan mikro terpenuhi. Kebiasaan ini akan terbawa sampai ia dewasa sehingga mereka siap melahirkan anak-anak yang sehat,” katanya.

 

Sumber:  kompas.com