Berurusan Dengan Akar

Gos is LoveSelaluBaruNet –  Banyak orang mengkonotasikan arti nama Yakub dengan penipu, tapi arti sebenarnya adalah “mengambil alih” pada saat kelahiran Esau dan Yakub, Esau yang pertama kali lahir tapi Yakub mencoba mengambil alih dengan memegang tumit Esau. Tumit melambangkan kekuasaan. Yakub selalu mengambil alih  dengan caranya sendiri salah satunya menipu, akibatnya nama Yakub sering dikaitkan dengan penipu.

Yakub membuat marah kakaknya dengan mengambil alih hak kesulungan mengakibatkan dia harus melarikan diri dan tinggal di rumah Laban yang merupakan calon mertuanya dan harus membayar apa yang telah ditaburnya ditipu oleh Laban. Alkitab mencatat bahwa sepuluh kali upahnya diganti oleh Laban. Seandainya Yakub tidak menipu bapaknya untuk memperoleh hak kesulungan maka saya percaya bahwa, Tuhan bisa pakai berbagi cara untuk memberikan hak kesulungan kepadanya, karena Allah sudah berfirman dalam kejadian 25:23, Firman TUHAN kepadanya: “Dua bangsa ada dalam kandunganmu, dan dua suku bangsa akan berpencar dari dalam rahimmu; suku bangsa yang satu akan lebih kuat dari yang lain, dan anak yang tua akan menjadi hamba kepada anak yang muda.” Ketika kita sudah mendapat suatu janji dari Tuhan, kadang kita mencoba untuk menggenapinya dengan cara kita sendiri sehingga menimbulkan banyak kesulitan.

Suatu saat ketika Allah menyuruhnya kembali ke rumah ayahnya, maka ada satu pribadi yang sangat ditakutinya yaitu Esau kakaknya yang telah berjanji akan membunuhnya. Yakub berada dalam satu titik yang berat dalam hidupnya dimana ia mengalami ketakutan yang luar biasa. Kemudian di satu tempat Yakub bergumul dengan seorang pria yang merupakan pribadi Allah sendiri sampai fajar menyingsing. Dalam situasi tersebut Yakub tidak mau melepaskan Pribadi tersebut walaupun kakinya terpelecok dan tidak bisa berbuat apa-apa tapi ia terus menempel dan bersandar pada Pribadi tersebut dengan satu harapan supaya diberkati. Satu hal yang dimintanya yaitu penyertaan Tuhan, jika tidak maka besok Yakub hanya tinggal nama. Begitupun dengan kehidupan kita, masalah apapun yang terjadi dalam hidup ini, ingat Tuhan tidak pernah tinggalkan kita. Tetaplah berpegang pada-Nya, karena kita butuh penyertaan-Nya dalam menjalani hari-hari  kita kedepan supaya tidak jatuh.

Sebagai anak Tuhan, jangan menghabiskan waktu kita hanya untuk hidup dalam kepahitan, balas dendam dan lain sebagainya. Satu hal yang perlu diketahui bahwa ketika ujian akan datang dalam hidup kita, ingat bahwa Allah sudah menimbangnya dengan sangat sempurna. Bahkan ketika Allah mau mempromosikan hidup kita maka Allah tidak butuh persetujuan iblis atau musuh kita. Jika Allah mau memberkati seseorang maka hidup orang tersebut pasti diberkati dan tidak ada yang bisa membujuk Allah. Ketika berkat kesulungan sudah diberikan pada Yakub maka berkat tersebut tidak bisa lagi dikembalikan pada Esau meskipun dia memohon dengan sangat, dan Ishak berkata Yakub tetap menjadi orang yang diberkati. Kita jangan menghabiskan waktu untuk benci dan kepahitan dengn orang lain. Jika Allah bersama kita, memberkati kita maka kemanapun dan apapun yang terjadi kita pasti diberkati dan tidak ada seorangpun yang bisa mencuri berkat kita. Allah kita adalah Allah yang besar dan tidak ada yang dapat mempengaruhinya.

Selama ini Yakub mencoba menjadi pribadi Esau, dan berjalan sekian lama dalam bayang-bayang berkat Esau. Ketika pulang ke negerinya hendak bertemu dengan Esau Yakub takut dan mengalami kesesakan yang luar biasa. Tuhan datang dan memberikan pertanyaan yang sama  ketika pertama kali ia ditanya oleh Bapaknya untuk mendapatkan hak kesulungan “siapa namamu”, kali ini Yakub tidak berbohong menggunakan nama Esau tapi dengan jujur dan rendah hati berkata, “Yakub.” Pemulihan tidak akan terjadi sebelum ada kerendahan hati dan kejujuran. tidak ada pemulihan sebelum kita berurusan dengan akarnya. Tuhan mau Yakub berurusan dengan akarnya yaitu kejujuran dan kerendahan hati, karena selama akar atidak dibereskan maka akan timbul kembali. Banyak orang yang hidupnya menghasilkan buah yang jelek karena akarnya tidak dibereskan. Jika mau dipulihkan maka akar masalah yang harus selesaaikan supaya terjadi terobosan yang sesungguhnya dalam hidup kita.

Tuhan kalau mau berurusan dengan kita maka DIA mau berurusan dengan akarnya. dalam kehidupan ini kita sering salahkan kanan kiri, salahkan kondisi, salahkan orang lain dan lain sebagaianya. Selama kita suka cari kambing hitam maka masalah tidak akan pernah selesai. Hari itu Yakub menyadari bahwa sumber atau akar masalahnya adalah dirinya sendiri. Ketika dia jujur berkata, “aku Yakub” maka Tuhan berkata “namamu bukan Yakub tapi Israel.” Jika Yakub tidak bergumul dengan Allah pada malam itu maka mungkin esoknya tinggal nama, tapi perjumpaan dengan Allah membuat semuanya berubah. Ketika ketemu Esau maka sikap Esau sangat baik bahkan memberkati Yakub. Sebagai anak Tuhan kita jangan suka lari dari masalah. Allah tidak pernah melatih umatnya untuk lari dari masalah tapi menjadi seorang pemenang. Allah adalah kepala kita, jika urusan kita dengan Allah beres maka urusan kita dengan manusia juga harus beres tapi perlu kerendahan hati untuk dibongkar sampai ke akar. Tahun ini akan menjadi tahun yang luar biasa jika kita rela berurusan dengan akar masalah kita maka tahun ini merupakan tahun berkat bagi kita.

 

Oleh Pdt Kezia Lijdia Di Bethany TOC Surabaya (5 Januari 2014)