Biarlah Tuhan Yang Memuji

salibSelaluBaruNet – Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. Sebab bukan orang yang memuji diri yang tahan uji, melainkan orang yang dipuji Tuhan. 2 kor 10:17-18.

Sebagai orang percaya kita layak bermegah di hadapan Tuhan sebagai sumber pengharapan. Kita adalah orang-orang yang dipilih Tuhan tapi jangan sampai kita berkata bahwa kita ini dipilih karena kita hebat dan Tuhan sangat  memerlukan kita. Orang seperti ini tidak mungkin bisa bermegah dalam Tuhan, hanya orang yang dipuji Tuhan. Yesaya 2:17, Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Dunia ini senangnya memuji diri sendiri. Ayub adalah seorang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan serta dibekati dalam segala hal, serta memiliki anak-anak yang cantik dan ternak yang banyak. Ayub tetap menjadi orang yang rendah hati dan hidup dalam takut akan Tuhan.

Suatu saat ketika Tuhan ijinkan iblis menghancurkan semua kekayaan serta anak-anaknya, ayub tetap setia sama Tuhan, dia berkata dalam Ayub 1:21, katanya: “Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!”  Dalam semuanya itu Ayub tidak berbuat dosa sehingga Ayub dipuji dan keadaannya dipulihkan Tuhan. Sebagai orang-orang pilihan, kita bisa mengoreksi diri kita sendiri apakah kita ini bisa menjalani proses kehidupan dalam kekristenan sampai Tuhan memuji kita seperti Dia memuji Ayub? Ini merupakan pertanyaan yang harus diperhatikan dan dijalani.

Saat ini banyak anak Tuhan yang tidak bisa berhasil dalam menjalani hidup kekristenan mereka karena tidak tahan dalam ujian batin dan mentalitas sehingga banyak yan gagal. Orang yang berhasil dalam hidup kekristenannya adalah mereka yang mempunyai mentalitas yang kuat, yang tidak mudah menyimpan sakit hati dan sebagainya. Ada banyak persoalan di depan yang tidak pernah kita ketahui, tapi satu hal yang pasti bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, yang terpenting adalah tetap dekat dan andalkan DIA dalam segala hal supaya jalan keluar itu ada dan pujian dari Tuhan bisa datang dalam hidup kita. Amsal 3:5-6, Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. 3:6 Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. Sesulit apapun masalah yang kita hadapi, tetap percaya pada Tuhan. Ingat bahwa kita hidup bukan saja karena melihat tapi karena percaya. Tidak mudah mempertahankan iman dengan hati yang bersih dan mental yang baik, tapi jika Tuhan bersama dengan kita maka tidak ada yang mustahil.Dia dapat melakukan  jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan dan pikirkan.

Yohanes Yohanes 15:16, Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Kita patut bersukur karena dipilih Tuhan. Maria adalah seorang yang dipilih untuk mendapat kasih karunia dari Tuhan. Ketika Maria dipilih Tuhan untuk mengandung bayi Yesus maka itu merupakan satu beban yang berat baik secara fisik maupun mental dimana ia harus menanggung aib dan cibiran orang karena belum menikah dengan Yusuf tapi Maria mendapat kekuatan dari Tuhan untuk mengandung bayi Yesus.

Allah memilih Maria bukan kebetulan tapi Dia tahu bahwa Maria mampu menanggung beban tersebut, sehingga Maria berkata di Lukas 1:38,”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia. Ingat bahwa  Tuhan tidak pernah salah memilih kita, ketika DIA memilih kita berarti ada sesuatu yang unggul dalam diri kita. Ketika Tuhan sudah menetapkan pilihan-Nya pada kita maka persoalan apapun yang datang dalam hidup ini kita Tuhan pasti bisa menanggungnya sehingga kemenganlah yang menjadi bagian kita.

Maria adalah seorang wanita yang kuat dalam menghadapi berbagai masalah, mulai dari mengandung bayi Yesus dengan resiko dipandang sebelah mata karena belum dinikahi oleh Yusuf yang menjadi tunangannya pada wkatu itu. Bahkan dia harus menguatkan dan menyaksikan anak yang dilahirkannya disiksa di depan matanya bahkan sampai mati di kayu salib. Tapi Maria bisa kuat menghadapi semuanya dengan kekuatan yang dari Allah sehingga pujian dari Allah datang kepadanya. Kita bisa kuat hadapi permasalahan apapun jika ada penyertaan Tuhan dalam hidup kita, sebab di luar Yesus kita tidak dapat berbuat apa-apa.  Kolose 3:23, Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Apapun yang kita lakukan jika untuk Tuhan maka pujian dan pembelaan yang dari Tuhan  pasti datang dalam hidup kita. Tapi kenyataannya banyak anak Tuhan melakukan segala sesuatu supaya mereka dipuji manusia sehingga Yesaya 2:17 berkata, Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu. Kita tidak perlu memuji diri sendiri ketika bisa melakukan banyak hal karena itu merupakan dosa kesombongan yang dibenci Allah. Jika seseorang sombong maka dia tidak pernah menyadari kesombongannya. Itu akan terbuka ketika dia datang ke hadirat Tuhan. Milikilah sikap yang rendah hati dan mau merendahkan diri di hadapan Tuhan senantiasa sehingga kita bisa menjadi orang-orang yang dipuji oleh Tuhan.

 

Oleh Pdt Samuel Harto Di Bethany TOC Surabaya (5 Januari 2014)