Cara Membedakan Rematik dan Asam Urat

asam uratSelaluBaruNet – Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.

Kalau asam urat, seringnya nyeri pada kaki. Kalau AR di segala sendi bisa terjadi, bahkan di sendi rahang. Lebih lanjut, nyeri sendi pada asam urat cenderung hanya terjadi pada satu bagian tubuh saja. Sedangkan AR lebih bersifat simetris. “Kalau sendi kanan kena, sendi kiri juga akan kena,” katanya. Ciri lainnya seperti wilayah sekitar sendi menjadi hangat, terasa nyeri dan memerah juga terjadi. Selain itu, pada AR biasanya sendi tangan akan terasa kaku di pagi hari dan berlangsung cukup lama.  “Kalau lebih dari satu jam, dipastikan itu AR,” katanya.

AR sendiri disebabkan oleh imun yang menyerang kembali bagian tubuh yang normal, biasanya menghasilkan zat IL-6 atau penanda nyeri yang cukup tinggi. “IL-6 ini dihasilkan oleh sel darah putih. Harusnya sel darah putih menyerang yang jahat, mereka malah balik menyerang bagian tubuh yang sehat dan normal,” katanya.

Andry melanjutkan bahwa jika AR tidak segera ditangani, rasa nyeri yang terjadi pada sendi bisa semakin parah dan menganggu kehidupan pasien. “Bahkan bisa lumpuh,” katanya. Meski begitu, penyakit ini bukan jenis yang bisa disembuhkan secara total. Obat yang dikonsumsi atau perawatan yang diterima hanya bisa membuat penyakitnya ‘tidur’ atau tidak muncul. “Tapi untuk sembuh tidak bisa,” katanya.

Penyebabnya sendiri terdiri dari beberapa faktor yakni genetik, lingkungan, ras, dan jenis kelamin. Lingkungan seperti pola makan dan pola hidup juga memberi konstribusi yang besar. “Kalau faktor-faktor tersebut semuanya ada, mungkin saja kemungkinan terkena AR semakin besar,” katanya.