Cara Mendatangkan Mujizat Tuhan Dalam Hidup Kita

miracleSelaluBaruNet – (Yohanes 2:3-10) Berhasil tidaknya sebuah pesta di Israel tergantung dari banyaknya anggur yang disediakan. Peristiwa mujizat air menjadi anggur pada perkawinan di Kana merupakan mujizat yang luar biasa dan merupakan mujizat pertama yang dibuat Yesus. Dari sini Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Perkawinan ini seharusnya mendatangkan aib, tapi karena Tuhan maka Ia mengubah aib atau malu menjadi berkat dan sukacita.

Hal yang perlu diperhatikan supaya kita tidak bisa mengalami aib atau malu adalah jika kita mengundang Yesus dalam setiap keberadaan hidup kita. Ayat 2 berkata, ¬†Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika kita undang Yesus dalam hidup kita maka malu berubah menjadi bahagia, duka berubah menjadi sukacita, melarat berubah jadi kaya, sakit berubah jad sembuh, bahkan orang mati sekalipun bisa bangkit jika ada Yesus dalam hidup di sana. Jika kita mau alami mujizat Tuhan maka tidak ada jalan lain selain harus mengundang pribadi Yesus dalam hidup kita, sehingga kita akan alami mujizat Tuhan. kita tahu bahwa dimanapun Yesus hadir, mujizat pasti terjadi. Matius 18:20¬† berkati,Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” Sebab itu kita perlu hormati hadirat Yesus. Matius 18:20 .

Jika Yesus hadir dalam hidup kita maka segala sesuatu pasti berubah (dibutuhkan kehadiran Yesus). Tapi pertanyaannya apakah Yesus sudah hadir dalam hidup kita atau belum? Baik dalam keluarga, pekerjaan, dan pelayanan kita. Sebab itu selalu undang Yesus dalam hidup kita, caranya dengan menjaga hati, karena hati kita adalah pusat hidup kita. Amsal 4:23 berkata, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Kita juga harus memilki kerinduan pada Yesus supaya Dia bisa hadir dan memuaskan jiwa kita. Mazmur 42:2 berkata, Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Untuk mengalami mujizat Tuhan dibutuhkan ketaatan meskipun tidak cocok dengan hati dan pikiran kita untuk melakukannya. Ayat 5,7 dan 8 berkata, Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh.

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. Kadang Tuhan membawa kita untuk mentaati hal-hal yang tidak masuk akal, tapi jika kita mau melakukannya maka Tuhan bisa melakukan hal-hal yang mustahil bagi yang tidak bisa dipikirkan dengan akal pikiran kita. Tuhan berikan kehendak bebas bagi kita untuk memilih taat atau tidak, karena ada begitu banyak alasan untuk kita tidak mau taat pada Tuhan, baik dalam hal beribadah, mengembalikan milik Tuhan dan lain sebagainya.

Jika kita mau taat pada Tuhan maka Tuhan akan pakai berbagai macam cara untuk memberkati kita. sebab itu kita harus berhati-hati dengan hidup ini, jangan pakai alasan untuk tidak taat tapi taatlah supaya berkat Tuhan tetap tercurah dalam hidup kita. Jika kita taat maka keadaan kita kedepannya makin hari makin baik, keluarga, kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya. Ayat 2:9-10 berkata, Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.

 

 

Oleh Pdt Medison di Bethany TOC Surabaya)