EMPAT KUNCI KEMENANGAN (wahyu 3:7-8)

kunciSelaluBaruNet – Semua orag pasti punya kerinduan untuk menjadi pemenang siapapun dia karena meskipun pada kenyataannya tidak semua orang bisa mencapainya. untuk memperoleh kemenangan, Berikut ini adalah empat kunci kemenangan bersama Kristus:

1.      Berjalan dengan ketetapan Tuhan.

Ketetapan berbicara tentang rancangan, atau rencana dari apa yang sudah diberikan Tuhan dalam setiap kehidupan kita. Bahwa Tuhan telah menetapkan sebelumnya segala hal yang akan terjadi, dengan kata lain tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi dengan sendirinya atau terjadi secara kebetulan.  Ketika kita dilahirkan Tuhan sudah mempunyai segudang agenda dalam hidup kita dan tidak ada agenda kegagalan  yang ada ialah agenda kemenangan demi kemenangan. Kejadian pasal satu dan dua menceritakan tentang penciptaan bumi adalah supaya kita berkuasa atas segala yang ada di dalamnya bukan hanya tumbuhan dan hewan tapi juga manusia bukan untuk diperlakukan semena-mena tapi sebagai pemimpin bagi mereka.  Kejadian 1:28 berkata, Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Setiap kita diciptakan Tuhan sebagai pemimpin dengan maksud dan tujuan untuk berkuasa dan menjadi pemenang.

Sebab itu ketika kita memahami tentang berjalan dengan ketetapan Tuhan maka kita tidak perlu kuatir dan bimbang dalam setiap bidang hidup kita masing-masing, tetapi yakinlah bahwa ketika ketetapan dan rancangan Tuhan terjadi dalam hidup kita atas bidang yang kita geluti saat ini makan kita akan jadi pemimpin dan berkuasa atasnya. Ketika kita sudah berada dalam ketetapan Tuhan  maka saat  Tuhan sudah membuka maka tidak ada yang bisa menutup, jika Tuhan sudah mengangkat maka tidak ada yang bisa menjatuhkan. Jika Tuhan sudah menetapkan kita maka tidak ada yang bisa menggagalkannya. Abraham adalah bapa segala orang beriman dimana perjalanannya selalu beruntung /  berhasil, selalu naik bahkan sampai masa tuanya Firman Tuhan berkata bahwa dia diberkati TUHAN dalam segala hal karena dalam perjalanan hidupnya dia tidak pernah kuatir sebab dia berjalan dengan ketetapan Tuhan.

2.      Berjalan dengan perkenan Tuhan

Ketika kita sudah memahami rancangan dan rencana Tuhan dalam hidup kita dan menjalaninya maka ingat bahwa keberhasilan bukan mulai dari langkah pertama karena yang menentukan keberhasilan adalah proses. Ketika kita  menjalani proses maka itu  yang akan menentukan kita menang atau kalah. Ketika proses ini berjalan dan Tuhan tidak berkenan dengan cara yang kita tempuh maka kemenangan pasti kita dapat tapi bukan diwaktu semula yang sesuai dengan perkenanan Tuhan, ada penundaan karena kita belum di jalan perkenanan-Nya. Jika jalan yang kita jalani menyimpang  satu tahun maka itu tertunda satu tahun, jika kita menyimpang satu bulan maka itu akan tertunda satu bulan dan seterusnya, sebab itu sangat penting berkenaan dihadapan Tuhan.  Pengkhotbah Pengkhotbah  9:11 Lagi aku melihat di bawah matahari bahwa kemenangan perlombaan bukan untuk yang cepat, dan keunggulan perjuangan bukan untuk yang kuat, juga roti bukan untuk yang berhikmat, kekayaan bukan untuk yang cerdas, dan karunia bukan untuk yang cerdik cendekia, karena waktu dan nasib dialami mereka semua. Kita harus punya itu semua tapi yang menentukan kemenangan kita untuk meraih semuanya adalah perkenanan Tuhan.

3.      Berjalan dengan Iman Harap dan Kasih.

Diperlukan iman untuk bisa menjalaninya karena ada goadaan yang bisa buat kita menyerah, putus asa, bahkan membatalkan perjalanan karena tidak kuat dengan proses yang dijalani. Peristiwa peperangan di Rafidim dengan kemenangan Israel bukan ditentukan di lembah tapi ditentukan yang diatas gunung yaitu Musa dimana bila Musa mengangkat tangannya, lebih kuatlah Israel, tapi bila ia menurunkan tangannya, lebih kuatlah Amalek. Tapi tangan Musa penat sehingga Harun dan Hur menopang kedua tangannya sehingga Yosua mengalahkan orang Amalek. Kemenangan bukan ditentukan di lembah tapi kemengan ditentukan di atas gunung. Ini berbicara tentang doa, ketetapan dan perkenanan. Bila seorang pemimpin tidak berharap dan berkenan pada Tuhan maka yang dipimpin bisa hancur. Kita tidak usah takut dalam menjalani proses bahkan ketika kita merasa seperti dalam gelap, tapi segelap apapun proses yang dijalani itu tidak menggelapkan untuk Tuhan bisa melihat kita.

4.      Berjalan dengan ketenangan.

Kita akan kuat jika tetap tenang dalam Tuhan. Yesaya 30:15b berkata, Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu. Jika kita didalam Tuhan, apapun yang terjadi kita bisa berkata segala perkara dapat ku tanggung dalam Tuhan yang memberi kekuatan kepadaku karena kita berjalan dalam ketenangan.

 

 

Oleh Pdt Rio Patiselano di Bethany TOC Surabaya