Evan Dimas Ingin Berangkatkan Ayah-Ibu ke Tanah Suci

evanSelaluBarunet –  Timnas U-19,  Evan Dimas Darmono, punya harapan besar dari sepakbola. Pemain jebolan Mitra Surabaya itu bertekad menjadikan olahraga paling populer di planet bumi itu sebagai jembatan dalam memperbaiki kondisi perekonomian keluarganya.

Bukan perkara mudah bagi Evan Dimas untuk menempatkan dirinya di jalur yang tepat dalam meraih cita-citanya tersebut. Memiliki ayah yang bekerja sebagai securiti perumahan dan ibu yang tidak bekerja, Evan harus berjuang keras untuk tetap bermain sepakbola.

Namun kondisi ini tidak menyurutkan tekad Evan Dimas. Setelah berhasil mengukir sederet prestasi saat masih anak-anak, Evan Dimas semakin menunjukkan kelasnya saat usianya sudah memasuki  remaja.

Dua tahun terakhir, beragam prestasi mampu diraih Evan Dimas. Mulai dari membawa Timnas U-17 menjuarai turnamen sepakbola kelompok umur yang digelar federasi sepakbola Hongkong dua tahun berturut-turut hingga merebut gelar Piala AFF U-19, 2013 lalu.

Terakhir, Evan Dimas juga ikut ambil bagian dalam membawa Timnas U-19 melaju ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar, 2014.

Pencapaian ini lambat laun membuat Evan Dimnas semakin dikenal oleh publik sepakbola Indonesia. Tak hanya itu, pelan-pelan, Evan juga mulai membantu memperbaiki kondisi perekonomian keluarganya. Sebagai anak sulung dari empat bersaudara, Evan kini menjadi tulang punggung keluarga di usianya yang baru menginjak 18 tahun.

“Saya jalani dengan hati mas. Banyak harapan besar digantungkan kepada saya dan seluruh tim. Tapi saya usahakan itu tidak menjadi beban. Saya hanya berusaha menjawabnya dengan prestasi dengan izin Allah SWT,” terangnya ketika ditemui VIVAbola di kediamannya belum lama ini.

Meski namanya tengah melambung, Evan Dimas tidak pernah lupa dengan kedua orang tuanya. Menurutnya, ada impian besar yang hendak diwujudkan terhadap ayah dan ibunya. “Impian terbesar saya saat ini adalah memberangkatkan haji kedua orang tua,” ujar Evan Dimas.

Hal ini dibenarkan oleh ibunya, Ny Ana. “Iya. Keinginan itu malah sejak kecil sudah dikatakan Evan,” kata Ana.  “Katanya ‘Ibu wis tuwuk urip soro (sudah lama hidup menderita, bahasa Jawa)’, dan ingin menyenangkan dari sepakbola. Itu sering terucap saat ikut sekolah sepakbola (SSB),” sambung ibu rumah tangga tersebut.

 

 

Sumber:viva.com