Gempah Kembali Mengguncang Aceh

acehSelaluBarunet – Trauma yang belum sepenuhnya hilang dari warga Aceh kini terulang kembali, dengan terjadinya gempa berkekuatan 6,2 Skala Ritcher mengguncang Aceh pada Selasa kemarin, 2 Juli 2013. kejadian tersebut mengakibatkan 22 orang meninggal , 210 luka-luka, dan ribuan rumah serta bangunan rusak.

Menkokesra Agung Laksono, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Syamsul Maarif sedang menuju ke TKP.
Laporan awal mengenai kondisi di lokasi sudah dilaporkan pimpinan DPR Aceh kepada Menkokesra, Agung Laksono.

“Bupati wilayah Aceh Tengah dan Meriah Bener sudah dihubungi. Dinas sosial dan bidang bencana masih mendata mengenai korban jiwa dan kerusakan. Kami minta masyarakat bersabar dengan kejadian ini,” katanya.

Tim evakuasi harus bekerja keras karena beberapa kekerusakan juga terjadi di daerah pegunungan.
“Mengenai berapa pasti korban jjiwa belum ada. Kabarnya tim di Aceh tengah masih melakukan penyelamatan, karena ada korban yang tertimbun di dalam masjid. Kami harus mendata dengan benar,” ujarnya.

Kepala PVMBG Surono sebelumnya juga menjelaskan agar warga tidak panik dan tidak percaya dengan isu letusan Gunung Burni Telong yang berada di dataran tinggi Gayo akibat gempa kemarin.

Gempa di Aceh terjadi hingga tiga kali. Gempa pertama terjadi 6.2 SR di Kabupaten Bener Meriah pada pukul 14.37 WIB, disusul gempa dengan kekuatan 5.5 SR pukul 20.55 WIB, dan disusul lagi gempa berkekuatan 5.2 SR pada pukul 22.36 WIB.

Menurut Surono, gempa susulan hingga pukul 23.00 WIB masih terekam di Pos Pengamatan gunung Burni Telong. Terjadi peningkatan gempa vulkanik pukul 15.15 WIB-pukul 23.00 WIB sejak kemarin, terekam 64 gempa vulkanik dalam, 49 gempa vulkanik dangkal, dan 92 gempa tektonik.

“Jika jumlah kegempaan vulkanik dalam dan gempa vulkanik dangkal terus meningkat, aktivitas gunung Burni Telong akan ditingkatkan dari normal ke waspada,” katanya.