Identitas Sebagai Anak Allah (2 Tawarik 20:2-6)

Anak AllahSebagai warga negara Indonesia kita semua punya identitas untuk memudahkan kita melakukan segala sesuatu. Begitupun sebagai anak Allah kita juga harus memiliki identitas untuk membedakan kita dari orang dunai. Raja Yosafat mengalami ketakutan yang luar biasa ketika mendengar khabar bahwa ada Suatu laskar besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, untuk menyerangnya.

Hal ini membuatnya  mengambil keputusan untuk mencari TUHAN dan meminta pertolongan-Nya. Mulai dari masalah dan tindakan yang diambil Yosafat, kita bisa melihat bahwa identitas Yosafat adalah sebagai seorang anak Tuhan dimana dia mengutamakan Tuhan ketika alami kesesakan. ketika kita mengutamakan Tuhan dalam menyelesaikan setiap masalah maka dengan sendirinya orang akan tahu identitas kita dan mereka berkata bahwa kita ini adalah anak Tuhan. 2Tawarikh 26:5 berkata, Ia mencari Allah selama hidup Zakharia, yang mengajarnya supaya takut akan Allah. Dan selama ia mencari TUHAN, Allah membuat segala usahanya berhasil. Raja Uzia adalah salah seorang raja yang berhasil karena selalu menunjukan identitas dirinya sebagai anak Tuhan dengan selalu mencari Tuhan dalam segala masalah yang dihadapi  sehingga segala usaha yang dikerjakannya selalu berhasil.

Banyak anak Tuhan ketika mengalami masalah sukanya lari dan meminta pertolongan sani-sini tapi tidak mencari Tuhan terlebih dahulu yang merupakan sumber pertolongan. Dalam keadaan kesesakanpun Yosafat tidak bersungut-sungut tapi ia mau terus mencari Tuhan dengan memuji dan menyembah Allah yang hidup. Ayat 6 berkata, “Ya TUHAN, Allah nenek moyang kami, bukankah Engkau Allah di dalam sorga? Bukankah Engkau memerintah atas segenap kerajaan bangsa? Kuasa dan keperkasaan ada di dalam tangan-Mu, sehingga tidak ada orang yang dapat bertahan melawan Engkau. Ketika kita mencari Tuhan dengan segena hati maka Tuhan akan membentengi dan meluputkan kita. kelepasan dan kemenanganpun akan menjadi bagian kita karena Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang hatinya melekat pada Tuhan.

         2 tawarik 20:9 berkata, Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. Kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu sampai pertolongan Tuhan datang dalam hidup kita. Persoalan apapun yang terjadi dalam rumah tangga kita baik ekonomi, sakit penyakit dan lain sebagainya, bawa seluruhnya pada Yesus karena Ia adalah kepala dalam rumah tangga kita. Banyak anak Tuhan ketika doanya belum dijawab langsung bosan dan malas berdoa dengan berkata “saya sudah berdoa  selama seminggu, sebulan, setahun tapi Tuhan belum jawab doa saya”  Yesus berkata bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu sampai Tuhan mendengar dan melepaskan kita. Ingat bahwa waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita, Tuhan selalu menjawab doa kita selalu dengan waktu-Nya bukan waktu kita.

Apapun yeng terjadi dalam hidup kita tetap memiliki mata yang tertuju pada Kristus, tetaplah pandang pada Yesus, karena Dia sanggup melakukan segala sesuatu sebab jika kita tidak alami persoalan maka kita tidak bisa mengalami yang namanya mujizat Tuhan. tapi ketika kita terus maju dalam menghadapi masaah maka berkata seperti Ayub 42:5, Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.  Yosua  adalah hamba Tuhan yang  memiliki indentitas yang sangat menyolok sebagai anak Tuhan. Yosua berkata  kepada orang Israel untuk memilih  tetap beribadah kepada Allah yang hidup atau kepada allah orang amori tapi. Kemudia dia berkata bahwa tetapi dia dan seisi rumahnya, akan beribadah kepada TUHAN!”  kita juga harus berani menghadapi masalah, jangan menghindar karena Tuhan yang akan membela kita. Ketika Yosafat dan rakyatnya berdoa maka Tuhan memberikan solusi bahkan memberitahukan cara bagaimana berperang.

         ayat 15b-17 berkata,  Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah. Besok haruslah kamu turun menyerang mereka. Mereka akan mendaki pendakian Zis, dan kamu akan mendapati mereka di ujung lembah, di muka padang gurun Yeruel.Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu.”  Sebab itu apapun yng terjadi dalam hidup kita, tetap pertahankan identitas kita sebagai anak Tuhan suapaya kita bercahaya dan menjadi berkat bagi orang lain.

 

 Oleh Pdt Rudy Andreas di Bethany TOC Surabaya