Kisah Satu Keluarga Yang Selamat Dari Kecelakaan Maut Air Asia

by JPnn.com

by JPnn.com

SelaluBaruNet – Keluarga penumpang Air Asia yang sempat marah karena pembatalan keberangkatan mereka akhirnya terdiam sambil merenung dan mengucap syukur buat semua kebaikan yang sudah dilakukan Tuhan atas keluarga mereka

Calon penumpang asal Kediri, Jawa Timur ini, batal terbang dengan pesawat AirAsia QZ 8501 dari Surabaya tujuan Singapura. Para penumpang  tersebut tak jadi ikut pesawat yang hilang  karena tidak menerima panggilan telepon dari pihak asia Air bahkan tidak membaca email yang dikirim kepada kelurga mereka, bahwa pemberangkatan dilakukan lebih awal.

Keluaarga tersebut adalah Ari Putra Cahyano, Anggi, Radian, Putri Sekar Arum, Jodi, Cristianawati [keenamnya calom penumpang dewasa]. Kemudian Daniel, Gideon, dan Samuel [calon penumpang anak-anak], serta seorang ibu, Sudibyo.

Menurut Ari Putra, pesawat yang akan mereka tumpangi itu semula dijadwalkan terbang pukul 07.00 WIB. Namun jadwal penerbangan dimajukan menjadi pukul 5.35 WIB. Saat mereka tiba, pesawat sudah lepas landas dari bandara yang terletak di wilayah Sidoarjo itu.

Merasa kecewa karena ketinggalan pesawat, Ari marah kepada petugas AirAsia. “Saya sempat marah-marah kepada petugas AirAsia yang tidak memberi tahu kami sebelumnya,” tutur Ari.

Namun, setelah mendapat penjelasan, Ari menyadari kesalahannya. Dia ternyata tak mengindahkan pemberitahuan dari AirAsia, baik melalui ponsel maupun email.

“Sebab pihak AirAsia telah menghubungi dari Jakarta dua hari sebelumnya melalui nomer telpon Jakarta (021) dan juga melalui email,” tutur dia.

keluarga_selamat_airasia.jpg ok