Korban Ketaatan

taat 1SelaluBaruNet – Ada banyak contoh dalam Alkitab dari perjalanan hamba-hamba Tuhan, ada banyak yang memulai dengan baik tapi ada yang mengakiri dengan tidak baik seperti Saul yang bawalnya menjadi raja yang diurapi tapi pada akhirnya dia sendiri ditolak sebagai raja. Daud memulai dengan Tuhan dan engakhirnya juga dengan Tuhan sehingga dia menjadi orang yang berkenan di hadapan Tuhan. (Ibrani 3:1-4)

Saul dan Daud memulai pelayanan mereka dengan modal yang sama yaitu Tuhan, tapi mengakhiri dengan cara yang berbeda Saul ditolak tapi Daud justru semakin berkenan di hadapan Tuhan. Saul Dan Daud sama-sama diurapi menjadi raja, Saul Dan Daud sama-sama diurapi dengan minyak Saul Dan Daud sama-sama diurapi oleh seorang nabi. Dua orang ini sama mengawali dengan baik tapi memilki hasil akhir yang berbeda. Hal terjadi karena cara mereka mengerjakan pengurapan itu yang berbeda. Ketika kita mengerjakan pengurapan dengan cara yang salah maka hasilnya pasti beda. Daud mengerjakan pengurapannya dengan ketaatan, sedangkan Saul tidak.

Ketika Saul mendapat perintah untuk membinasakan bangsa Amalek dengan semua yang ada didalamnya tapi itu tidak dilakukan oleh Saul. Yang dilakukan adalah Saul Justru menyelamatkan Agag dan kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dan tambun, bahkan anak domba dan segala yang berharga: tidak ditumpas semuanya. Tetapi segala hewan yang tidak berharga dan yang buruk, itulah yang ditumpasnya. Dari sini kita lihat bahwa Saul mengerjakan pengurapan dengan cara yang salah, dengan polah pikirnya sendiri bukan cara Tuhan. Acuan kita adalah Firman Tuhan dan tuntunan Roh Kudus yang mutlak harus kita kerjakan. Inilah yang ditunjukan oleh Daud setelah ia menerima pengurapan menjadi raja atas bagsa Israel meskipun tidak langsung jadi Raja. Tapi ia taat dan tetap mengerjakan pengurapan itu seperti ia sudah menjadi raja.

Sehingga ketika dia terus mengerjakan pengurapan itu maka tingkah laku dan sikapnya tanpa dia sadari itu sudah mengarah ke sana. Meskipun akhirnya dia kembali ke padang untuk menggembalakan kambing domba yang dua tiga ekor, tapi ia tetap menggembalakan dengan ketaatan dan kesetiaan. Ketaatan adalah modal awal untuk kita meraih kesuksesan bersama Tuhan, tapi ingat bahwa ketaatan harus diiringi dengan kesetiaan. Orang taat itu baik tapi ketika orang tidak setia maka bisa jadi dia sudah tidak taat lagi. Taat itu seperti ikrar atau janji pada Tuhan. Ketika kita terus mengerjakan ketaatan maka itu dinamakan kesetiaan. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. (Matius 25:21).

Daud mengerjakan tugasnya dengan kesetiaan, bahkan ketika dia dusurh ayahnya membawakan makanan kepada kakak-kakaknya di medan pertempuran Daud tetap melakukannya dengan kesetiaan. Ketaatan dan kesetiaan mendatangkan promosi dari Tuhan. Ketaatan dan kesetiaan inilah yang membuat Daud bisa berhadapan dengan Goliath, Ketaatan dan kesetiaan inilah yang membuat Daud juga bisa mengalahkan Goliath. Ketaatan dan kesetiaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Ketaatan akan membawa kita pada promosi, kesetiaan akan membawa kita pada perkenanan di hadapan Tuhan. Kerena kita kita mengerjakan sesuatu dengan segenap hati maka Tuhan berkenan. Ketika Tuhan berkenan maka kita diberikan jalan keluar, bahkan ketahanan dan kemampuan untuk melewati berbagai rintangan karena ada perkenanan Tuhan dalam hidup kita karena kita mengerjakan kesetiaan. Ketaatan adalah modal awal kesuksesan kita bersama Tuhan, tapi ketaantan itu harus dikerjakan dengan kesetiaan.

Tidak hanya membutuhkan ketaatan tapi juga kesetiaan, tidak hanya membutuhkan kesetiaan tapi juga konsistensi. Untuk melakukan semua ini membutuhkan kerendahan hati. Ketaatan menghasilkan promosi, kesetiaan menghasilkan perkenanan tapi kehormatan dihasilkan oleh kerendahan hati.

Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan. (Amsal 15:33). Saul jadi raja tapi endingnya tidak baik. Daud akhirnya menjadi raja, mengerjakan pengurapan, mengerjakan keselamatan, mengerjakan proses hidupnya dengan benar, hasil akhirnya menjadi raja yang disenangi rakyatnya dan menjadi orang yang berkenanan di hadapan Tuhan.

 Khotbah Disampaikan oleh Pdt Rio Patiselano di Bethany TOC Surabaya