Mendagri Filipina: Amukan Topan Haiyan Sedahsyat Tsunami 2004

gempaSelaluBaruNet – Menteri Dalam Negeri Filipina, Manuel Roxas, mengatakan kekuatan Topan Monster Haiyan yang memporak-porandakan negaranya sama persis dengan gelombang maut Tsunami yang melumat wilayah-wilayah pesisir Samudera Hindia akhir 2004 silam. Sebanyak 70 sampai 80 persen area di Provinsi Leyte yang menjadi daerah terparah diterjang topan, hancur.

Kantor berita Reuters, Senin 11 November 2013 melansir pernyataan Roxas usai dirinya meninjau ke lokasi bencana pada hari Minggu kemarin.

“Dari atas helikopter, Anda dapat melihat dampak kehancuran yang diakibatkan Topan Haiyan. Dari tepi pantai hingga daratan, tidak ada satu pun bangunan yang masih berdiri kokoh. Ini benar-benar mirip dengan bencana Tsunami,” ujarnya.

Roxas bahkan benar-benar kehabisan kata-kata menggambarkan situasi di ibukota Tacloban, Provinsi Leyte.

“Saya tidak tahu lagi bagaimana menjelaskan keadaan di sana. Benar-benar mengerikan,” kata dia.

Hingga kini tim penyelamat masih berjuang keras untuk menjangkau kota dan desa di bagian tengah Filipina yang tersapu topan yang di sana disebut Yolanda. Mereka berusaha mendistribusikan bantuan kepada para pengungsi yang masih bertahan hidup.

Menurut data dari PBB, sebagian besar pengungsi tidak memiliki persediaan makanan, air bersih atau obat-obatan. Beberapa pengungsi terlihat mengantri sebagian bantuan logistik berupa nasi dan air yang sudah berhasil didistribusikan.

Sebagian lagi duduk dan hanya memandangi rumah mereka yang rata dengan tanah akibat tersapu topan. Sementara lainnya berjalan menyusuri jalan-jalan di kota Tacloban sambil menutup hidung.

Pasalnya bau mayat sangat menusuk indera penciuman pasca kota tersebut dilanda Topan Haiyan.

Operasi evakuasi pun terhambat karena jalan-jalan, bandara dan jembatan hancur terkena terjangan topan atau tertutup puing-puing bangunan.

Sementara jumlah korban tewas yang sebelumnya telah mencapai 10 ribu jiwa, diprediksi bisa bertambah. Hal itu lantaran, petugas penyelamat belum mampu menjangkau daerah-daerah di pelosok di sekitar tepi pantai.

Fakta itu diperkuat dengan pernyataan seorang pejabat lokal yang melihat adanya satu kuburan massal berisi antara 300 hingga 500 jasad manusia di suatu daerah di kota Tacloban. Sementara di Provinsi Samar, pejabat penanggulangan bencana provinsi menyatakan 300 jiwa warganya turut meregang nyawa.

Kendati begitu, hingga hari ini belum ada pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Filipina dan Badan Penanggulangan Bencana soal jumlah korban tewas akibat Topan Haiyan.

Namun Presiden Benigno Aquino meminta kepada media agar berhati-hati dalam mengungkap jumlah korban tewas. Pasalnya kenaikan jumlah korban begitu drastis. Dari yang awalnya empat orang dilaporkan tewas, kemudian berkembang menjadi 56 orang, naik lagi menjadi 100, dan kini dilaporkan total mencapai 12 ribu orang meregang nyawa.

Nasib WNI

Organisasi PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengungkap sebanyak 620 ribu orang dilaporkan kehilangan tempat tinggal dan 9,5 juta orang di sembilan kawasan turut terpengaruh Topan Yolanda.

Sementara itu, dari sekian banyak korban jiwa akibat Topan Haiyan, belum ada laporan satu dari mereka Warga Negara Indonesia (WNI). Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, yang memberikan kabar melalui pesan pendek hari Senin ini.

“Sejauh ini menurut KBRI Manila, belum ada informasi yang menyebut WNI menjadi korban Topan Haiyan,” tulis Tene.

Namun KBRI dan Konsulat Jenderal RI, lanjut Tene, akan terus memantau situasi. Dia pun turut menghimbau apabila ada WNI yang merasa membutuhkan bantuan dapat langsung menghubungi KBRI.  

 

Sumber:viva.com