Mengenal Golongan Darah Langka

golongan darahSelaluBaruNet – Beberapa golongan darah yang selama ini dikenal adalah golongan darah ABO yang terbagi menjadi kelompok A, B, AB dan O. Tapi selain ABO, ternyata terdapat 33 jenis pengelompokan golongan darah yang juga dianggap penting, terutama untuk transfusi. Benarkah..?? 

ABO dan Rh merupakan dua golongan darah paling penting dalam daftar International Society of Blood Transfusion (ISBT) dan yang paling umum diketahui. Sistem Rh digunakan untuk mencegah resiko terjadinya eristoblastosis fetalis atau kasus perusakan sel darah merah bayi oleh antibodi ibu saat kehamilan.

Namun demikian, selain kedua golongan darah tersebut, masih terdapat banyak cara penggolongan darah, yang terutama dilakukan untuk mengenali sistem pengelompokkan darah di suku-suku tertentu. Berikut adalah beberapa golongan darah yang dianggap paling langka.

Lutheran

Penggolongan darah ini didasarkan pada gen di kromosom 19. Sistem ini didasarkan pada lokus single dengan antigen Lua dan Lub. Pemilik darah dengan fenotif Lub sangatlah jarang ditemukan. Pasalnya, gen dalam darah golongan Lutheran bertanggung jawab terhadap sekresi senyawa ABH yang bisa menyebabkan terjadinya kegagalan transfusi.

Bombay

Golongan darah ini ditemukan di tahun 1952 di Bombay, India. Sebenarnya, golongan darah Bombay ini bukan jenis penggolongan darah baru, melainkan isolasi bentuk anomali dari golongan darah O. Golongan darah Bombay adalah golongan darah dengan fenotipe hh atau mereka tidak mengekspresikan antigen H (antigen yang terbaca sebagai golongan darah O). Orang-orang bertipe golongan darah bombay hanya dapat mendapat donor darah dari orang yang memiliki golongan darah type bombay juga, kalau tidak akan terjadi aglutinasi di dalam darah.

Di dunia medis, pemilik golongan darah Bombay ini sangat jarang. Angkanya adalah 1:1 juta di ras kaukasia dan 1:10 ribu di ras Asia. Di Indonesia, kasus golongan darah Bombay pertama kali diketahui pada 1978. Secara umum penyebaran golongan darah O Bombay ini dapat terjadi karena proses perkawinan dalam satu keluarga.

McLeod

Darah berfenotif McLeod juga dianggap kasus yang sangat jarang terjadi. Pasalnya McLeod merupakan anomali dari sistem penggolongan darah Kell yang mengelompokkan darah menggunakan antigen K, k, dan Kp. Antigen ini ditemukan dalam protein Kell yang juga merupakan faktor penting dalam transfusi. Adapun darah dengan fenotif McLeod tidak bisa dideteksi menggunakan alat pemeriksaan darah biasa, melainkan harus menggunakan tes laboratorium.

Duffy

Golongan darah Duffy ditemukan pertama kali pada 1920 di benua Afrika di mana para penduduk berkulit hitam punya kekebalan terhadap penyakit malaria. Setelah diteliti lebih lanjut, ternyata darah mereka mengandung antigen Duffy. Uniknya, jenis darah ini hanya terdapat pada mereka yang berkulit hitam dan sangat jarang ditemukan pada ras kaukasia ataupun Asia.

Diego

Ditemukan pada kromosom 17, golongan darah Diego terbentuk dari 21 antigen. Golongan darah ini hanya ditemukan pada masyarakat asli Amerika, termasuk suku Indian dan ras hispanik serta ras dari Asia Timur. Jenis darah ini pertama kali ditemukan pada 1953 di Venezuela, ketika seorang bayi meninggal karena pendarahan tiga hari setelah dilahirkan dan menolak segala jenis transfusi. Ketika diteliti, ternyata bayi tersebut merupakan keturunan suku asli Amerika dan punya jenis antigen yang berbeda dengan darah normal.