Menjadi Serupa Dengan Kristus (Filipi 3:7-12)

christSelaluBaruNet – Filipi 3:7-12 merupakan pernyataan Paulus bagaimana ia menyatakan pernyatan kebenaran yang sejati . ayat 10 berkata, Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. Paulus merindukan supaya bagimana dia menjadi serupa dengan Yesus. Paulus merindukan bagimana supaya dia bisa serupa dengan Yesus. Bukan serupa dengan Yesus dengan wajahnya tapi dalam keteladannya.
Bagaimana supaya kita bisa serupa dengan Yesus?

 Mengenal Yesus. Ayat 10 berkata, yang ku kehendaki adalah mengenal Dia. Sebelum Paulus mengenal Yesus dia berkata bahwa semua yang dimilikinya merupakan satu kebanggaan karena dia adalah seorang terpelajar yang memiliki pendidikan tinggi, juga seorang arsitek, bahkan ahli ekonomi, secara rohani dia juga seorang ahli theologia karena dididik oleh seorang guru besar bernama Gamaliel. (1 korintus dikatan bahwa dia sebagai ahli bangunan, juga seorang ahli hukum, dan ahli ekonomi). tapi setelah mengenal Yesus Paulus berkata bahwa semuanya itu sampah. Ayat 7 dan 8 berkata bahwa, apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus.

Kecenderungan manusia adalah jika ia menjadi seorang yang berhasil maka Tuhan nomor sekian dan bukan menjadi perioritas dalam hidupnya. Kita harus ingat keadaan kita sebelum dipangil dan menjadi milik Allah dimana kita tidak mempunyai apapun yang bisa dibanggakan, dan jika sekarang kita menjadi orang yang berhasil maka itu semua karena campur tangan Tuhan dalam hidup ini. ataupun jikalau kita mempunyai semuanya tapi tanpa Tuhan dalam hidup ini maka semuanya sia-sia. Kita hidup ini semua karena anugerah sebab itu tidak ada yang perlu dibanggakan.

Paulus bisa menjadi serupa dengan Yesus dengan cara mengenal Yesus secara pribadi. Jika kita sudah mengenal Yesus maka hidup ini jadi indah dan berbahagia, karena Yesus sumber segala-galanya, apapun yang kita alami. Masalah keluarga, ekonomi, keuangan, pekerjaan kita tahu bahwa Yesus adalah jalan keluarnya. Jadi dimanapun kita berada jika bersama dengan Yesus pasti luar biasa, jika kita berteman dengan orang kaya maka kita tidak akan pernah dibiarkan alami kesusahan, apalagi dengan Bapa di surga. Ketika kita dekat dengan Allah maka kita tidak akan pernah dibiarkan apalagi ditinggalkan tapi pasti diberkati.

 Mengalami kuasa kebangkitan Kristus. Roma 8:10-11berkata, Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran. Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu. Jadi yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati adalah kuasa Roh Kudus. Ini kerinduan Paulus bahwa dia ingin mengalami kuasa kebangkitan Kristus sehingga dia bisa menceritakan itu pada semua orang. Kuasa kebangkitan itu adalah kuasa Roh Kudus. Jika seorang dibaptis Roh Kudus maka dia mendapat meterai untuk menjadi warga negara sorga. Dan didalam meterai itu ada kuasa yang sanggup mengubah hidup kita. Makanya setiap orang yang alami baptisan Roh Kudus pasti hidupnya penuh sukacita karena ada buah Roh. Firman Tuhan berkata “Sersukacitalah senantiasa” kenapa bersukacita..??? karena DIA sudah menanggung masalah kita baik sakit penyakkit, kemiskinan, sudah ditanggung oleh Kristus. Dan itu merupakan jaminan sampai kita memperoleh seluruhnya.

 Turut menderita dengan Yesus. Filipi 3:10 berkata, Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya. Tujuan dari penderitaan adalah suapaya kita belajar mengampuni. Seringkali jika kita disakiti dihianati dan lain sebagaunya dengan satu tujuan yaitu supaya belajar menampuni. 1 kor 4:11-13 menceritakan bagaimana Paulus membuktikan perkataannya bahwa lewat penderitannya dia belajar mengampni dan mengasihi Tuhan lebih lagi. Amin

Pdt Nainggolan, @ Bethany TOC Dharmahusada Mas