Otak Dibalik Rencana Pembunuhan Mandela Divonis 35 Tahun

mandelaSelaluBaruNet – Pemimpin kelompok sayap kanan ekstrem akhirnya divonis hingga 35 tahun karena berencana membunuh Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela. Vonis dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi Pretoria pada Selasa waktu setempat.

Lima tersangka adalah pemimpin “Boermag”, kelompok supremasi kulit putih, dan para pengikutnya.
Kelimanya divonis 35 tahun, sementara 21 pengikutnya divonis antara 5-20 tahun. Pemimpin pertama yang didakwa adalah mantan dosen universitas, Mike du Toit, pada tahun lalu. Dia salah satu yang mendapatkan vonis panjang.

Sembilan tersangka bebas setelah hukumannya dipotong masa tahanan selama pengadilan yang berlangsung 11 tahun. Kelompok militan fasis ini terbukti bersalah dalam perencanaan pembunuhan Mandela pada Oktober 2002 lalu.

Dalam pengadilan, mereka berencana membunuh presiden kulit hitam pertama Afsel itu dengan meletakkan peledak di jalan yang akan dilewati konvoi kendaraannya di provinsi Gauteng. Rencana mereka gagal total saat pahlawan anti-apartheid yang kini berusia 95 tahun itu ternyata menggunakan helikopter.

Beberapa anggota Boeremag didakwa karena menyebabkan sembilan ledakan di berbagai lokasi di provinsi terkaya di Afsel itu. Ledakan terbanyak terjadi di wilayah Soweto, sebelah selatan Johannesburg, menewaskan seorang wanita.

Walaupun apartheid dihapuskan sejak tahun 1994, namun selama 20 tahun terakhir, ketegangan rasial masih terjadi di negara tersebut. Misi utama Boermag adalah mengusir warga kulit hitam yang jumlahnya mayoritas, 40

 

 

juta, dari Afsel ke Zimbabwe.