Pasangan Ini Memutuskan Meninggal Bersama di Hotel

Ilustrasi by SelaluBarunet

Ilustrasi by SelaluBaruNet

SelaluBaruNet –  Pasangan berusia 86 tahun ini ditemukan terbujur kaku di tempat tidur dimana mereka saling berpegangan tangan, di hotel paling romantis di Paris, Perancis.  Georgette dan Bernard Cazes, bertemu di Hotel Lutetia. Mereka jatuh cinta dan memutuskan menikah. 60 tahun kemudian, keduanya memutuskan meninggal dunia di  Hotel yang sama.

Kisah Georgette dan Bernard mungkin terbilang romantis sekaligus tragis. Romantis karena mereka ingin meninggal bersamaan, dalam pelukan orang terkasih. Tragis karena keduanya merupakan “korban” dari sistem hukum Perancis yang tidak mengizinkan praktek euthanasia alias suntik mati. Dikutip dari News Week, hasil survei terbaru yang dilakukan lembaga swasta menyebutkan bahwa 56% masyarakat Perancis menyetujui praktek euthanasia dibuat legal, terutama bagi mereka yang menderita penyakit parah serta mematikan.

Ketika ditemukan oleh pihak berwenang, di sebelah mayat keduanya, terdapat surat bunuh diri yang isinya meminta pemerintah Perancis untuk melegalkan euthanasia. Menurut mereka, pemerintah berlaku kejam dengan menolak hak mereka untuk mati.

“Meninggal dengan bebas adalah hak semua orang dan mereka bisa menentukan di mana dan kapan mereka ingin mati,” begitu tulis Bernard.

Salah satu putra pasangan tersebut, kepada Daily Mail, mengatakan bahwa sudah beberapa tahun terakhir, kedua orang tuanya itu merencanakan bunuh diri bersama. “Mereka tidak ingin menjadi beban keluarga ataupun negara dan mereka ingin meninggal bersama-sama,” kata sang anak yang menolak disebut namanya. Georgette dan Bernard juga menulis dalam surat bahwa mereka ingin meninggal dalam keadaan bahagia daripada meninggal sendirian dan kesakitan.

Di Paris, Lutetia, yang dibangun pada tahun 1910, dikenal sebagai hotel paling romantis, di mana banyak pasangan bertemu dan kemudian jatuh cinta, seperti Georgette dan Bernard. Lutetia juga merupakan hotel favorit para seniman besar Perancis seperti Pablo Picasso dan James Joyce. Hotel tersebut merupakan bangunan bergaya art deco pertama di Paris waktu itu.