Pemerkosa di Kenya Hanya Dihukum Potong Rumput

violenceSelaluBaruNet Р Kenya menjadi sasaran protes massa setelah membebaskan tiga pelaku perkosaan dengan hukuman yang luar biasa ringan. Bagaimana berang, para pelaku yang memperkosa gadis hingga lumpuh ini hanya dihukum potong rumput.

Diberitakan CNN, Kamis 31 Oktober 2013, puluhan orang menabuh drum, berdansa, sebagian menangis saat berdemo di jalan Nairobi. Mereka mempertanyakan kinerja polisi yang membebaskan pelaku kejahatan begitu mudahnya.

Media setempat menyebut korban perkosaan itu dengan nama Liz, bukan nama sebenarnya. Gadis 16 tahun ini diperkosa enam orang dan dibuang di selokan dalam keadaan luka parah. Tulangnya patah, dan sistem pencernaannya rusak. Dia juga belum mampu lagi berjalan dengan normal.

Insiden naas itu terjadi wilayah Busia tiga bulan lalu. Saat itu, Liz yang hendak menuju pemakaman kakeknya digilir pria-pria bejat. Beberapa jam kemudian, dia ditemukan di selokan dengan tubuh penuh darah.

Menurut Milanoi Koiyiet, perwakilan Koalisi Anti Kekerasan Terhadap Wanita, Liz berhasil mengidentifikasi tiga dari enam orang pelakunya. Ketiganya digiring warga ke kantor polisi.

Namun bukannya diadili, polisi menghukum ketiganya memotong rumput di pekarangan, lalu membebaskan mereka.

Kasus ini diketahui tiga bulan kemudian. Itu pun karena dokter yang merawat Liz marah dan membeberkannya ke wartawan. Liz sendiri kini menggunakan kursi roda karena belum mampu berjalan. Dia juga tidak mampu mengendalikan sistem pencernaannya akibat perkosaan tersebut.

Rakyat Kenya yang murka menggalang protes di dunia maya. Mereka menuntut ditangkapnya pelaku yang berusia antara 16-20 tahun itu. Lebih dari 1,3 juta orang menandatangani petisi yang menuntut polisi lebih tegas.

Kepolisian Kenya berjanji akan menangkap para pelaku. Diduga, beberapa pelaku telah kabur ke Uganda.

Sedikitnya 32 persen dari gadis Kenya berusia di bawah 18 tahun mengalami kekerasan seksual, menurut laporan pemerintah dan PBB tahun lalu. Menurut UU di Kenya, pelaku perkosaan bisa dihukum penjara hingga 15 tahun lamanya.

 

Sumber:viva.com