Pengharapan Kepada Kristus

hope 1SelaluBaruNet – Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!  Roma 12:12. Ada tiga hal yang dapat kita lihat dari ayat ini, pertama Bersukacitalah dalam pengharapan, kedua sabarlah dalam kesesakan, dan ketiga adalah bertekunlah dalam doa.

Jika sauadara ingin terus bersemangat dalam Tuhan maka ayat ini perlu dibaca terus menerus supaya iman kita muncul karena Roma  10 :17 berkata, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Seberat apapun pergumulan yang kita jalani ingat bahwa Kita masih punya pengharapan didalam Kristus dan  Tuhan yang berjanji adalah Allah yang setia. Sehingga Abraham pernah berkata meskipun tidak ada dasar untuk berharap tapi dia tetap, berharap sampai akhirnya Abraham memperoleh apa yang dijanjikan Allah kepadanya yaitu seorang anak yang menjadi ahli warisnya.

 1.Bersukacitalah dalam pengharapan

Pengharapan di dalam Tuhan itu selalu ada karena Tuhan sendiri yang telah berjanji. Pengharapan itu bagai sauh yang kuat. Kapal yang diombang-ambingkan badai sekalipun tidak akan karam jika memiliki sauh yang kuat. Demikianlah hidup kita. Letakkanlah sauh kita pada Tuhan Yesus karena Yesus adalah batu karang yang teguh. Saat kita mengalami badai hidup, letakkanlah sauh itu kepada-Nya, maka Tuhan sendiri yang akan turun tangan dalam hidup kita. Jika saat ini saudara merasa bahwa masalah sudah lama tapi belum mengalami kemenangan, jangan lemah apalagi putus asa karena Tuhan yang berjanji adalah setia. Mazmur  147:11 TUHAN senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap akan kasih setia-Nya. Apappun yang terjadi dalam hidup kita tetaplah berharap pada Tuhan walaupun kelihatannya tidak mungkin. Ingat bahwa tidak ada Firman Tuhan yang gagal, yang ada ialah kita yang menggagalkan Firman itu sendiri karena sikap kita yang terlalu terburu-buru. Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu yang akhirnya mendatangkan kebaikkan bagi kita sendiri.

2. Sabar dalam kesesakan

Ibrani 6:15 berkata, Abraham menanti dengan sabar dan dengan demikian ia memperoleh apa yang dijanjikan kepadanya. Kita harus bisa bersabar dalam segala penderitaan yang terjadi di dalam hidup ini. Penderitaan akan membawa kita melihat mujizat Tuhan. Tuhan akan memberikan pertolongan diwaktu yang tepat karena waktu yang tepat dari Tuhan itu adalah yang terbaik. Dalam menantikan  janji Tuhan kita perlu kesabaran meskipun banyak ujian yang harus dihadapi adalah supaya bisa keluar seperti emas yang murni.   1 Petrus 1:6-7 berkata, Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Sabar dalam kesesakan juga berarti kita mau menunggu waktu Tuhan untuk dinyatakan bagi kita.  Jadi kita tidak akan pernah mengambil jalan pintas dengan menuruti kemauan kita sendiri.  Sebaliknya rela dan tekun menantikan waktu Tuhan tanpa harus mempersoalkan apakah masa penantian itu cepat atau lamabat.  Daud berkata,  “…semua orang yang menantikan Engkau takkan mendapat malu;”

3. Bertekun dalam doa

Roma 8:25 “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.. Dengan doa maka roh kita akan dikuatkan dan Tuhan akan mendengarkan orang-orang yang berdoa dengan roh. Roh menyampaikan keluh kesah yang tidak dapat kita ucapkan kepada Allah.

Kita harus ingat bahwa Allah Mahatahu, Mahabijaksana. Dia melihat masa depan, sedangkan kita tidak dapat melihatnya. Jalan-jalan-Nya tak terselidiki, rencana-Nya bagi kita sering kali di luar harapan-harapan kita. Tetapi, Dia sendiri mengetahui waktu dan kondisi, di mana pertolongan-Nya dan jawaban atas doa-doa kita yang tepat memenuhi kebutuhan kita. Sebab itu kita harus sepenuhnya mempercayai Dia, jangan sekali-kali meninggalkan kasih-Nya kepada kita, Dia rindu memberikan semua yang akan membuat kita benar-benar bahagia.

 

 

                                            Oleh Pdt Frans Neman di Bethany TOC Surabaya