Presiden Korut Kim Jong–Un Eksekusi Pamannya Sendiri Atas Tuduhan Pengkhianatan

kimSelaluBaruNet – Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak sepenuhnya sadar saat memerintahkan eksekusi seseorang. Pernah suatu kali, pemimpin “ingusan” ini mabuk berat saat menjatuhkan hukuman mati pada dua ajudan pamannya, Jang Song-thaek yang juga tewas dieksekusi.

Hal ini diberitakan oleh koran Jepang Yomiuri Shimbun seperti dikutip Korea Joongang Daily, Senin 23 Desember 2013. Yomiuri mendapatkan informasi dari orang dalam di Korut yang mengatakan dua ajudan Jang, Ri Ryong-ha dan Jang Su-gil, dieksekusi karena lambat menjalankan perintah Kim.

Keduanya menurut Yomiuri tidak langsung melaksanakan perintah Kim untuk menyerahkan kendali perusahaan-perusahaan yang menguntungkan kepada militer, tetapi melaporkannya lebih dulu pada Jang. Merasa disepelekan, Kim marah besar.

Sumber Yomiuri mengatakan, saat memerintahkan eksekusi itu, Kim sedang “mabuk berat”. Eksekusi mati dilakukan pada akhir November lalu. Paman Kim sendiri dieksekusi pekan lalu atas tuduhan pengkhianatan.

Selain keduanya, Kim juga memerintahkan eksekusi pada ajudan Jang lainnya. Tercatat sedikitnya ada delapan orang dari lingkaran dekat Jang yang juga dieksekusi. Kabar terbaru, ratusan kerabat dan famili Jang dijebloskan ke kamp kerja paksa.

“Mereka yang dekat dengan Jang kaget dengan eksekusi itu, mereka lalu menelepon teman-teman di luar negeri. Badan intelijen Korea Selatan yang menyadap pembicaraan itu menyimpulkan bahwa hukuman mati Jang tidak bisa dielakkan lagi,” tulis Yomiuri.

Untuk tetap menjaga loyalitas bawahannya, Kim dilaporkan menghadiahi mereka dengan barang-barang mewah seperti jam tangan, miras, dan mobil. Kim diketahui memiliki deposito sebesar US$40 miliar di berbagai bank di luar negeri, salah satunya di Swiss.

 

Sumber:viva.com