Puasa Turunkan Kadar Kolesterol Dan Asam Urat

piring kosongSelaluBaruNet - Saat yang tepat untuk menata pola makan adalah dengan melakukan puasa. Khusus bagi anda penderita kolesterol dan asam urat tinggi.  kolesterol anda akan berkurang 10 persen selama puasa, termasuk penurunan LDL 15 persen, penurunan trigiselida 30 persen, dan kenaikan HDL 8 persen.

Pantangan bagi yang berpuasa: Hindari makanan berlemak tinggi, seperti keju atau susu full cream. Jika Anda ingin minum susu, pilih yang low fat, susu almond atau susu kedelai. Makanan yang ditumis atau direbus juga lebih baik daripada yang digoreng dengan banyak minyak. Berikut ini manfaat puasa bagi kesehatan:

Puasa Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Puasa juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh seseorang sehingga tubuh tidak mudah sakit. Hal ini disebabkan karena terjadinya peningkatan Limfosit hingga mencapai 10 kali lipat dalam tubuh seseorang, dan ini akan memberikan dampak yang signifikan terhadap sistem imun dalam tubuh seseorang.

Puasa Menyehatkan Ginjal

Ginjal merupakan organ sangat penting bagi tubuh manusia. Fungsinya sebagai penyaring berbagai zat berbahaya yang masuk kedalam tubuh membuat ginjal harus tetap dijaga kesehatannya. Dan ternyata puasa memiliki dampak yang baik bagi kesehatan ginjal. Hal ini dikarenakan pada saat berpuasa konsumsi air akan meningkatkan konsentrasi urin pada organ ginjal dan akan meningkatkan kekuatan osmosis pada urin dengan kisaran 1000-12000ml osmosis/kg air. Sehingga pada kondisi tertentu hal ini akan memberikan perlindungan pada fungsi kesehatan organ ginjal.

Puasa Mendetoksifikasi Racun Dalam Tubuh

Manfaat puasa selanjutnya yaitu mendetoksifikasi tubuh dari berbagai racun yang ada pada tubuh. Ketika berpuasa. Detoksifikasi ini akan terlepas melalui keringat, urine dan tinja. Dan detoksifikasi terjadi pada usus besar, hati, ginjal, paru-paru, getah bening dan juga kulit.

Puasa Menyerap Banyak Nutrisi

Ketika tubuh berpuasa maka metabolisme tubuh menjadi lebih baik sehingga jumlah nutrisi yang diserap oleh tubuh menjadi lebih maksimal. Ini disebabkan karena terjadinya peningkatan hormon adiponectin ditambah dengan adanya puasa dan saur yang menjadikan otot tubuh lebih baik ketika penyerapan nutrisi.

Puasa Mencegah Diabetes Dan Berbagai Penyakit

Puasa juga bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit seperti penyakit diabetes, obesitas, hiperkoleskterol dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh kelebihan nutrisi yang disebabkan karena kadar gula berlebih dan juga kolesterol. Hal ini disebabkan karena selama berpuasa lemak dan gula menjadi lebih terkontrol bahkan dikurangi sehingga kesehatan tubuh akan membaik seiring dengan kembali seimbangnya kadar gula dan kolesterol tersebut.

Menyehatkan sistem Sistem pencernaan

Selama kita berpuasa, maka organ-organ pencernaan akan beristirahat. Fungsi fisiologis pencernaan tetap berjalan normal terutama produksi sekresi pencernaan, akan tetapi dengan jumlah yang berkurang yang membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Uji coba yang dilakukan oleh beberapa orang sebelum  berpuasa dengan melakukan check kesehatan di laboratorium untuk mengukur kadar asam urat, kolesterol, gula darah dan SGOT/SGPT dan membandingkan kondisinya dengan setelah melakukan puasa.

Setelah berpuasa selama 10 hari pertama, mereka melakukan cek ulang ke lab. Hasilnya sungguh menarik. Kolesterol totalnya turun menjadi 216. HDL yang terlalu rendah meningkat menjadi 55. LDL yang terlalu tinggi (tidak terhitung) menjadi normal kembali sebesar 111. Dan Trigliserida yang 513 turun menjadi 249.

Proses detoksifikasi yang terjadi selama puasa 10 hari pertama itu ternyata sangat signifikan. Padahal, biasanya dalam kondisi tidak puasa, penurunan sebesar itu dilakukan dalam waktu 4 minggu menggunakan obat-obatan penurun kadar kolesterol. Itu pun harganya tergolong tidak murah. Lewat puasa, bisa dilakukan hanya dalam waktu 10 hari tanpa menggunakan obat sama sekali.

Badan melakukan fungsinya untuk melakukan penyeimbangan secara alamiah dengan sangat efektif pada saat kita berpuasa. Yang terlalu tinggi diturunkan. Dan yang terlalu rendah ditinggikan, secara otomatis.

Saat proses detoksifikasi itu biasanya kita merasakan kondisi yang kurang mengenakkan badan. Ada yang merasa lemas. Ada juga yang merasa. Pusing-pusing dan demam ringan. Atau, kadang dibarengi dengan diare ringan serta air kencing yang keruh. Semua itu normal saja, karena sedang terjadi penggelontoran racun secara besar-besaran dalam tubuh kita. Gejala-gejala itu biasanya hilang dalam waktu beberapa hari, setelah badan kita beradaptasi.

Pada 10 hari kedua, proses penggelontoran itu terus berlanjut. Tapi dengan kecepatan yang lebih rendah. Penggelontoran besar besaran hanya terjadi pada 10 hari pertama. Dan bersamaan dengan detoksifikasi berkecepatan rendah itu, mulai terjadi peremajaan pada bagian-bagian yang mengalami kerusakan. Sistem tubuh mulai mengarah pada keseimbangannya.

Cek laboratorium menunjukkan kecepatan penurunan semakin melambat. Pada hari ke 21, hasil lab memperlihatkan semua kadar kolesterol berangsur-angsur normal. Kolesterol total mencapai angka cukup ideal 182 mg/dl. Sedangkan HDL konstan pada 55 mg/dl. LDL semakin rendah mencapai 96 mg/dI. Dan Trigliserida menjadi 148 mg/dl.

Selain kolesterol, ternyata asam urat juga mengalami penyeimbangan kembali. Sebelum puasa, kadarnya 7,7 (normalnya di bawah 7 untuk laki laki). Ternyata dalam 10 hari pertama pada orang yang sama asam uratnya turun menjadi 6,6. Dan pada hari ke 21 asam urat turun lagi menjadi 6,2