Sakit Hati Dikhianati, Aku Nyaris Bunuh Selingkuhan Suamiku

pisauSelaluBaruNet – Ketika panah asmara menembus hati, sepasang sejoli bisa dibuat lupa diri. Itulah yang aku alami, demi mengejar cintaku, aku bertindak gegabah dengan meninggalkan ibuku yang menentang hubunganku dengan pacarku yang pengangguran. Namaku Sri Maria Patti, dan inilah kisah nyata lika-liku kehidupan cintaku.

Saat itu, seperti dibutakan, aku pergi meninggalkan rumah orangtuaku dan hidup layaknya suami istri dengan pacarku, Alex. Setiap kali aku menanyakan kepadanya, “Kapan kita menikah secara betul,” dia menjawab belum ada uang. Hingga akhirnya dia mendapatkan pekerjaan dan kami pun meresmikan pernikahan di gereja, setelah itu baru aku memberanikan diri untuk datang kembali ke orangtuaku.

Tetapi setelah tujuh tahun kami menjalani kehidupan rumah tangga, Tuhan belum juga mengarunikan buah hati kepada kami. Berbagai usaha medis telah kami lakukan, namun sepertinya semua itu sia-sia belaka. Alex yang kecewa dengan keadaan ini, akhirnya jatuh dalam perselingkuhan. Banyak wanita dikencaninya, namun akhirnya aku hanya tahu satu dari wanita itu yang akhirnya ia nikahi.

Aku ingin membuktikan semua gosip yang kudengar, dan kuputuskan untuk mendatangi rumah wanita itu dengan penuh kemarahan. Saat itu ku gedor pintu rumah itu, kebetulan Alex ada di dalam dan membukakan pintu. Ku lihat wanita itu berada di belakang Alex, tanpa pikir panjang aku ambil pisau yang telah ku persiapkan sebelumnya dan kucoba arahkan ke wanita itu. Namun Alex berhasil merebut pisau itu dan berbalik ingin menusukku, beruntung ayah dari wanita itu menahan Alex, dan akupun lari pulang.

Aku pulang dengan berurai air mata, suamiku diambil oleh wanita lain. Ingin menjerit juga salah, mau kasar juga salah, akhirnya aku hanya bisa memendamnya dalam hati dan berdoa. Satu kali waktu, setelah selesai doa puasa, aku merenung. Seperti ada hikmat yang Tuhan bukakan seperti ini: Jalan saja panjang, ada ujungnya; benang diklosan saja ada ujung, masa persoalanku tidak ada penyelesaiannya. Sedangkan aku punya Tuhan yang mampu.

Iman dan kepercayaanku tidak sia-sia, setelah empat belas tahun berdoa bagi Alex, akhirnya suatu hari dia datang kepadaku. Dia meminta maaf, dan akupun memberikan kesempatan kedua baginya. Sejak itu hubungan kami dipulihkan. Namun kebahagiaan itu hanya sekejab, sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, tiba-tiba Alex meninggal.

“Kok akhirnya begini sih Tuhan..?” ungkapku tak terima kepada Tuhan. Namun akhirnya aku menyadari bahwa umur manusia itu Tuhan yang punya, hidup itu hanya karena anugrah Tuhan. Akhirnya aku lepaskan Alex dengan rela hati, dan kuucapkan selamat jalan kepadanya di liang kubur.

Kini tidak ada lagi kesedihan atau ganjalan dalam hidupku, dan kubagikan kasih karunia yang Tuhan berikan dalam hidupku kepada murid-murid yang Tuhan percayakan untuk ku didik. Aku sudah tidak ingat-ingat yang terjadi di masa laluku, aku serahkan semua yang terjadi dalam hidupku kepada Tuhan, dan kupercaya bahwa Tuhan selalu campur tangan.

sumber:jawaban.com