Sebuah Logam Jalan-jalan di Tubuh Wanita Ini Selama 3 Tahun Membuatnya Terus Kesakitan

cherylSelaluBaruNet – Seorang nenek di Inggeris terus merasa kesakitan selama 3 tahun, tenyata sebuah logam ‘berjalan-jalan’ di tubuh nenek ini  dari dekat rahim, hingga ke punggung, perut, dada, dan terakhir mampir di dekat liver. Logam tersebut sebenarnya adalah klip bedah  yang tertinggal ketika melakukan vasektomi tahun 2011 silam.

Sakit yang dialami tiga 3 tahun lalu,  membuat dia mulai mengalami sakit pada punggung, perut dan dada. Setelah diperiksa dengan sinar-X, ditemukan sebuah benda asing di sisi kanan dadanya. Tapi hal ini dianggap sepeleh oleh dokter karena tidak berbahaya.

Butuh waktu 4 bulan baginya untuk meyakinkan dokter agar mau melakukan operasi laparoskopi untuk mengambil logam tersebut. Dia yakin klip tersebut sudah berkelana dari tempatnya semula sejak dia merasakan sakit di berbagai tubuhnya pada tahun 2010.

“Saya benar-benar kesakitan. Saya suka berjalan dan bermain dengan cucu-cucu saya, tapi saya harus membatalkannya saat merasa tidak nyaman. Saya tidak bisa berbohong di punggung atau bagian samping tubuh saya sering terasa sakit,” katanya seperti dilansir Daily Mail, Rabu (28/8/2013.

Osborne yang tinggal di East Sussex, Inggris ini menjalani vasektomi di Rumah Sakit Conquest di St Leonards on Sea. Ketika rasa sakit mulai muncul 3 tahun lalu, dia awalnya didiagnosis dengan angina lalu diresepkan obat penghilang rasa sakit dosis tinggi, Co-codamol.

Namun rasa sakitnya tak kunjung reda, malah bertambah hebat. Maka pada bulan Desember 2012 lalu, dia memeriksakan diri ke dokter umum. Hasilnya menunjukkan bahwa fungsi livernya masih amat bagus, jadi dokter hanya akan melakukan pemantauan saja.

Setelah diperiksa dengan sinar-X di Rumah Sakit Conquest pada 18 Januari 2013, barulah ditemukan adanya klip yang tersembunyi di bawah livernya. Anehnya, dia malah dikirim pulang. Dia dibawa ke UGD beberapa hari kemudian, namun pemeriksaan USG gagal menemukan klip logamnya sehingga dia dipulangkan lagi.

Lagi-lagi, dia kembali dikirim ke UGD pada tanggal 18 Februari dengan keluhan yang sama, namun dipulangkan lagi untuk ke sekian kali. Pada tanggal 25 Maret, dia membuat janji dengan rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan CT Scan, namun baru dilakukan pada tanggal 21 April.

Lewat pemeriksaan MRI ini, letak klip logam tersebut berhasil diketahui lalu diambil pada tanggal 13 Mei. Sejak saat itu, rasa nyeri yang misterius itu pun lenyap. Tanda-tanda gejala angina yang semula didiagnosis dokter pun sirna, sebab klip itu lah sebenarnya biang masalahnya.

“Saya tahu NHS (sistem perlindungan kesehatan di Inggris) berupaya mencari dana dan kekurangan pegawai, tapi perawatan yang saya terima mengerikan. Seandainya saya tahu risiko klip tersebut bisa berpindah ke seluruh tubuh, saya tidak akan pernah minta dimandulkan,” katanya.