Sekjen PBB: Gaza di Ujung Pisau

gazaSelaluBarunet – “Gaza berada di ujung pisau. Situasi memburuk bak spiral yang berpusar ke bawah yang bisa dengan cepat berada di luar kendali siapa pun,” lanjut Ban. “Risiko kekerasan sekarang akan berkembang lebih jauh, adalah nyata. (Padahal), Gaza dan wilayah (Timur Tengah) secara keseluruhan tak akan mampu menanggung letusan perang lagi.”

Hingga Kamis (10/7/2014) pagi, serangan udara Israel ke wilayah Gaza telah menewaskan tak kurang dari 64 orang. Para korban tak semuanya militan Hamas yang diklaim Israel sebagai sasaran spesifik mereka dalam Operation Protective Edge ini. Di antara korban tewas yang sudah berjatuhan, tercatat ada 10 perempuan dan 18 anak-anak, dengan ratusan warga lain terluka.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyatakan situasi di Jalur Gaza saat ini ibarat berada di ujung pisau. Dia pun mengatakan Timur Tengah sekarang sedang menghadapi tantangan paling serius dalam beberapa hari terakhir, menyusul operasi militer Israel ke Jalur Gaza ini.

Dalam sambutan yang blak-blakan, Rabu (9/7/2014), Bank menyatakan dia telah berbicara dengan para pemimpin dunia terkait persoalan ini. Para pemimpin yang sudah dia ajak bicara antara lain Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmud Abbas, Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi, dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry.

Pernyataan keras Ban ini datang setelah pesawat tempur Israel membombardir Gaza, menewaskan puluhan orang termasuk warga sipil, menjadi konfrontasi paling besar antara Israel dan kelompok Hamas di Palestina sejak 2012.

“Saya khawatir dengan gelombang baru kekerasan yang melanda Gaza, kawasan selatan Israel, dan Tepi Barat, termasuk Jerusalem Timur. Ini merupakan salah satu ujian yang paling penting yang dihadapi wilayah ini dalam beberapa tahun terakhir,” ungkap Ban.

Meski demikian, Ban juga mengutuk aksi militan Hamas yang melontarkan roket ke wilayah Israel. Dia mengatakan aksi tersebut juga tak bisa diterima dan harus dihentikan. Ban mengaku sudah pula mendesak Netanyahu untuk semaksimal mungkin menahan diri dan menghormati kewajiban internasional untuk melindungi warga sipil.