Setelah 47 Tahun, Potongan Tangan Tentara Vietnam Dikembalikan

veteran 1SelaluBaruNet – Kejadian mengharukan kembali terjadi di Vietnam, Sam Axelrad seorang dokter asal Amerika berkunjung ke Vietnam untuk mengembalikan potongan tangan seorang veteran tentara bernama Nguyen Quang Hung akibat perang di tahun 1966 lalu.

Kisah itu kemudian dicetak di koran lokal dan dibaca oleh adik ipar Hung yang tinggal di kota Ho Chi Minh. Dia lalu menghubungi editor koran tersebut dan mengatakan bahwa pria yang dicari oleh dokter AS tersebut adalah anggota keluarganya.

Sebuah pertemuan reuni kemudian disiapkan pada Senin kemarin di An Khe, dekat kota pesisir Qui Nhon. Dalam pertemuan itu, Hoa ikut bertindak sebagai penerjemah bagi keduanya. Axelrad menuturkan alasan mengembalikan potongan tangan kanan yang kini tinggal tulangnya itu, karena ingin membantu mengubur semua pengalaman buruk yang dia lihat saat perang Vietnam terjadi.

Hung pun merasa terkejut mereka dapat berkumpul kembali dan yang lebih mengejutkan lagi, Axelrad masih menyimpan potongan tangan Hung yang dulu pernah dia amputasi. Axelrad lalu menyerahkan potongan tangan kepada Hung.

“Saya tidak percaya seorang dokter Amerika membawa potongan tangan saya yang telah terinfeksi, membuang dagingnya, mengeringkan tangan itu dan menyimpannya di rumah selama lebih dari 40 tahun,” kata Hung terharu.

Sementara, Axelrad mengaku senang melihat kondisi Hung, walaupun dia secara langsung membuat pria lansia itu cacat, namun Hung masih tetap bertahan hidup dan bekerja. “Saya bahagia dia dapat menghidupi dirinya sendiri,” ungkap Axelrad .
Awal kisah
Pengalaman memilukan yang menimpa Hung terjadi pada Oktober 1966 ketika AS menginvasi Vietnam. Saat itu tangan Hung tertembak oleh tentara AS sehingga mengalami luka yang parah.

Supaya tidak ditangkap, Hung kemudian menyelami sungai dan berlindung di dalam gudang beras selama tiga hari. Namun tentara AS menemukannya dan langsung membawa Hung menggunakan helikopter menuju RS di kota Phu Cat di pusat Provinsi Binh Dinh.

Hung kemudian dirawat oleh Axelrad yang saat itu berprofesi sebagai dokter militer dan masih berusia 27 tahun. Axelrad menyadari tangan kanan Hung sudah tidak bisa lagi diselamatkan karena sudah terinfeksi.

Alhasil, Axelrad kemudian memotong tangan Hung dari bagian siku ke atas supaya nyawanya tertolong. Setelah melalui proses operasi, Hung kemudian menghabiskan waktu delapan bulan untuk proses pemulihan dengan bantuan medis dari enam dokter militer AS lainnya.

Axelrad memahami bahwa Hung pasti heran mengapa dia malah dirawat oleh tentara musuh.

Potongan tangan Hung itu, kemudian dibawa pulang Axelrad ke rumahnya di Texas dan disimpan di dalam sebuah lemari. Apabila dibandingkan dengan situasi saat ini, generasi muda Vietnam tidak lagi memiliki kenangan langsung akan perang yang berakhir tahun 1975 itu.

VIETNAM-US-WAR-OFFBEAT