Tahan Dua Tersangka Baru Penikaman Tentara Inggris

Drummer Lee Rigby, who was killed in a knife attack by two men in WoolwichSelaluBaruNet – Polisi kota London kembali menahan dua orang tersangka baru yang diduga terkait kasus penikaman tentara bernama Lee Rigby hingga tewas di siang bolong. Kedua orang yang tidak disebut identitasnya oleh polisi itu, diketahui adalah seorang pria dan wanita, keduanya berusia 29 tahun.

Laman Dailymail, Kamis 23 Mei 2013, memberitakan keduanya sudah mulai diinterogasi oleh polisi sejak tadi malam. Sehingga total jumlah tersangka menjadi empat, termasuk dua orang pelaku penusukan, Michael Adebowale dan Michael Adebolajo.

Kedua pria itu saat ini tengah dirawat di dua RS berbeda dan dalam kondisi yang stabil, akibat luka tembak. Sementara polisi masih terus melakukan investigasi terhadap enam alamat sejak kemarin untuk mencari barang bukti.

Salah satu lokasi yang digeledah polisi adalah rumah yang pernah dihuni oleh Adebolajo di Lincolnshire, London. Namun tidak diketahui barang bukti apa saja yang ditemukan di rumah salah satu pelaku penusukan itu.

Sementara siang ini dua mobil van polisi terlihat berjaga di lantai besar sebuah apartemen yang terletak di tenggara kota London. Pintu apartemen itu terlihat hancur akibat didobrak polisi.

“Ini merupakan investigasi besar, rumit dan cepat yang saat ini sedang dilakukan,” ujar juru bicara polisi kota London.

Masih menurut juru bicara tersebut, banyak pertanyaan yang kini tengah diselidiki jawabannya oleh polisi. Proses investigasi berjalan dengan baik.

Demi mempercepat proses penyelidikan, polisi meminta bantuan publik untuk menyerahkan rekaman gambar dan foto yang mereka peroleh di lokasi kejadian. Sementara beberapa jam sebelumnya, misa penghormatan diadakan untuk mengenang Rigby di Gereja St Mary Magdalene Parish Church, kota Woolwich.

Dalam misa yang dipimpin oleh Uskup Christopher Chessun, dia memahami peristiwa yang terjadi pada Rabu sore kemarin menyebabkan trauma bagi warga. Namun dia meminta masyarakat untuk bersatu demi menunjukkan solidaritas menghadapi peristiwa itu.

“Kami mendorong warga untuk datang dan menghabiskan sebagian waktu mereka dalam hening, berkonsentrasi dan fokus berdoa,” ujar Chessun

Sumber:vivanews.com