Tidak Patuhi Perintah, Polisi Tembak Pria Tuli

SelaluBaruNet – Polisi menembak seorang pria berusia 52 tahun karena dianggap tidak mematuhi perintah, walau putranya telah memberi tahu polisi bahwa ayahnya tuli, sehingga tidak bisa mendengar apa perintah polisi.tembak

Penembakan terjadi di Volusia, Florida, Amerika Serikat (AS), pekan lalu, saat polisi mendapat panggilan untuk menyelesaikan sebuah kasus perdebatan. Polisi mengklaim melihat korban yang bernama Edward Miller membawa senjata.

Disebut dalam laporan Mirror, Selasa, 23 September 2014, Edward Miller dan putranya yang juga bernama Edward, datang ke sebuah kantor derek kendaraan di Pantai Daytona untuk mengambil kembali kendaraan mereka.

Mereka terlibat perdebatan dengan staf kantor derek, yang kemudian memanggil polisi karena melihat Edward Jr memiliki sebuah pistol. Namun, polisi kemudian pergi setelah menemukan bahwa Edward Jr memiliki izin untuk senjata, yang juga tidak digunakan untuk mengancam.

Esoknya, ayah dan putranya kembali ke kantor derek itu, yang berakhir dengan penembakan sang ayah oleh polisi. Kantor Sheriff mengakui adanya penembakan, tapi menolak memberi penjelasan dengan alasan tengah dalam penyelidikan oleh penegak hukum Florida.

Polisi yang melakukan penembakan, Hernandez, mengaku terancam dan harus menembakkan senjatanya. Tapi, hal itu dibantah oleh Edward Jr. “Saya terus memberi tahu mereka (polisi), bahwa ayah Saya tidak bisa mendengar,” kata Edward Jr.

“Saya di sana, melihat semuanya,” tambah Edward Jr. Dikatakannya, polisi meneriakkan perintah agar Edward Miller menyerahkan senjata yang tidak dipatuhi karena tidak bisa didengarnya.

Pelaku mengabaikan informasi tentang kondisi korban dan memutuskan langsung mengeluarkan tembakan yang menewaskan korban. Surat kabar setempat melaporkan, Hernandez tidak hanya sekali terlibat dalam insiden penembakan yang mematikan.

Pada 2013, dia menembak seseorang yang hendak bunuh diri. Kantor Sheriff juga pernah mengirimkan surat teguran pada polisi Florida, karena penggunaan kekerasan berlebihan, terkait kasus ditendangnya wajah seorang pria.

Sumber:kompas.com