Tradisi Negara Ini Mengharuskan wanita Harus Gemuk Supaya Cantik

tradisi 1SelaluBaruNet – Setiap wanita pasti ingin memiliki berat badan yang ideal dan bentuk tubuh yang indah, karena berat badan yang normal termasuk salah satu faktor penunjang kesehatan. Tidak seperti yang  terjadi pada wanita-wanita di  Muaritania, negara bagian Afrika yang mengklaim bahwa kecantikan seorang wanita diukur dengan kegemukan.

Seorang wanita dengan badan gemuk dan memiliki lemak yang menggelambir dimana-mana akan terlihat semakin  cantik  dan dapat menarik perhatian lawan jenis. Karena wanita gemuk merupakan simbol kecantikan, kesejahteraan dan status sosial yang tinggi, sementara perempuan yang memiliki tubuh kurus dianggap lemah dan mempermalukan keluarga.

Hal ini akhirnya membuat wanita di Muaritania melakukan sebuah tradisi aneh yang bernama Leblouh, tradisi dimana pada saat seorang gadis memasuki usia kawin mulai dari 10 tahun dipaksa makan sebanyak-banyaknya dan minum semangkuk besar susu kambing atau susu unta.

Ada hukuman menyeramkan bagi gadis yang tidak bisa menghabiskan bertumpuk-tumpuk makanan, yaitu jari kakinya di ikat dan dipelintir sampai merasa kesakitan agar mau melanjutkan makan, sehingga anak berusia 12 tahun bisa memiliki berat 80 kg.

Tradisi ini berawal pada masa pra colonial, dimana para istri orang kaya tidak memiliki pekerjaan selain duduk di rumah sepanjang hari, sementara para budak mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Akibatnya wanita kaya tersebut menjadi gemuk dan secaratak langsung menandakan kemakmuran dan kekayaan sang suami. Selain gemuk, stretch mark atau guratan yang dikenal dengan ‘tebtath’ dipandang sebagai perhiasan wanita. Lemak disekitar pinggang yang disebut ‘lekhwassar’ merupakan kebanggaan.

 

tradisi