True love (Cinta Sejati)

true loveKidung agung 8:6, Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN. Cinta sejati adalah cinta yang tidak bisa terpisahkan.

Seseorang bisa memiliki cinta sejati jika ia mencintai dari hati. Petrus adalah juru bicara para murid, karena paling banyak bicara. Ketika Yesus mau disalibkan Ia berkata akan ditangkap dan diserahkan kepada mahkama agama dan semua muridnya akan meninggalkan Dia. tetapi Petrus berkata, Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau.” Tapi Yesus berkata bahwa, sebelum ayam berkokok, Petrus  telah menyangkal Dia tiga kali.” Dan memang terjadi bahwa petrus menyangkal Yesus tiga kali. Ternyata cinta sejati Petrus hanya dimulut saja.

Ketika Yesus bangkit Dia bertemu dengan Petrus dan berkata, “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. Hal ini dilakukakannya sampai dua, dan pada kali yang ketiga Yesus memberi pertanyaan yang sama juga pada Petrus Maka ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku. Setelah itu Yesus berhenti bertanya karena Dia tahu bahwa Simon Petrus mencintai Yesus dari hati.

Jika kita mencintai pasangan kita dari hati maka tidak ada yang bisa memisahkan kita, bahkan   tidak tidak akan pernah melihat kekurangannya. Seperti Yesus yang mengasihi kita, Dia tidak melihat kekurangan kita, latar belakang kita dan sebejat apapun hidup kita dimasa lalu Yesus tidak pernah melihat kesalahan masa lalu kita dan tetap mencintai kita dari hati-Nya  yang dalam. Itulah cinta sejati. Cinta sejati juga membuat hati yang beku  menjadi hangat dan cair. Yesus mencintai kita, Dia mencairkan hati kita yang beku. Jika kita mencintai Yesus dengan cinta sejati maka hati yang beku menjadi cair sehingga tidak ada lagi kebencian dan kebekuan. Hubungan suami istri makin baik. Jika hubungan suami istri bukan berdasarkan cinta sejati maka kita tidak bisa mencintai Yesus dengan cinta sejati.

Orang yang saling mencintai dan mau jadi mempelai haruslah dewasa. Kidung Agung 8:8 berkata, Kami mempunyai seorang adik perempuan, yang belum mempunyai buah dada. Apakah yang akan kami perbuat dengan adik perempuan kami pada hari ia dipinang?  Hal ini tidak bisa terjadi karena anak-anak belum dewasa baik secara jasmani maupun rohani. Jika rohani kita masih kanak-kanak maka kita tidak bisa mencintai Yesus dengan cinta sejati. Karena itu anak tidak bisa mencintai orang tuanya dengan cinta sejati, anak hanya mau dicintai. Anak sering buat perhitungan dengan orang tua ketika dia merasa bahwa pertolongan yang diberikan kepada orang tuanya sudah banyak, ini bukan cinta sejati. Kebanyakan orang maunya hanya diperhatikan Tuhan, mau hanya ditolong Tuhan, hal ini terjadi karena belum dewasa secara rohani. Tapi cinta sejati itu adalah kita tidak usa memberi tapi langsug diberi. Cinta yang diberikan orang tua kepada anaknya adalah cinta sejati. Jika kita mau mencintai Yesus dengan cinta sejati maka kita harus menjadi orang yang dewasa dalam kerohanian kita.

Ibrani 5:13-14, Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.  Artinya hanya mau dengar firman Tuhan yang enak-enak saja seperti berkat saja tidak mau teguran dan lain sebagainya. Tapi untuk orang dewasa selalu makan makanan keras, ini disebabkan karena mereka mempunyai panca indra yang terlatih. Pertama telinga kita harus terlati untuk mendengar berita baik maupun buruk. Itulah salah satu ciri kedewasaan rohani. Kedua lidah kita juga harus terlati untuk memberkati, mengucap syukur dan memuji Tuhan bukan mengeluh maka Tuhan akan mencukupi apa yang jadi kebutuhan kita sehingga kita bisa cinta Yesus dengan cinta yang sejati. Kita yang akan jadi mempelai Kristus harus menjadi dewasa dalam Kristus. Jika kita sudah dewasa rohani dan mencintai Yesus dengan cinta sejati maka apapun yang kita butuhkan pasti dicukupkan. Kedua, kemanapun kita pergi kita akan dilindungi.

 

 

Oleh Pdt Nainggolan Di Bethany TOC Surabaya (5 Januari 2014)